Plasmolisis

 

  1. I.                   Tujuan :
    1. Dapat mempelajari dan mengamati secara langsung proses plasmolisis.
    2. Mengetahui dan mempelajari proses mekanisme plasmolisis pada tumbuhan.
    3. Mengetahui hal yang menyebabkan sel tumbuhan Rhoeo discolor mengalami plasmolysis.
    4. Mengetahui dampak/akibat dari plasmolysis yang terjadi pada sel.

 

 

  1. II.               Dasar Teori

 

Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel . sel akan mengerut mengalami dehidrasi dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut  dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini di sebut plasmolisis. (Jane B. Reech.2003.Campblle edisi kelima.Jakarta:Erlangga. )

Plasmolisis merupakan suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui membrannya .

Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.

Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang . Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .

Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .

 

 

 

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

  1. III.            Alat dan Bahan
  2. Epidermis daun Rhoeo discolor
  3. Mikroskop dan kelengkapannya
  4. Larutan gula 1%
  5. Larutan gula 10%
  6. Kertas saring
  7. Air
  8. Cutter
  9. Kertas tissue
    1. IV.             Langkah kerja
      1. Siapkan mikroskop dan kaca objek yang bersih.
      2. Buatlah irisan tipis (setebal selapis sel) epidermis daun Rhoeo discolor bagian bawah (berwarna merah) dan letakkan pada kaca objek dan beri kaca penutup.
      3. Amatilah dengan mikroskop perbesaran lemah dan hitunglah jumlah sel yang berwarna merah yang terlihat pada bidang pengamatan.
      4. Tanpa melepas kaca penutup, gantilah air dengan larutan gula 1% dan amati perubahannya (catat jumlah sel yang berwarna putih)
      5. Gantilah dengan larutan gula 10% dengan cara yang sama dan catat jumlah sel yang berwarna putih.

*) Sel berwarna putih menandakan jumlah sel yang mengalami plasmolysis.

  1. Setelah selesai pengamatan, mikroskop dibersihkan dan dikembalikan ditempat semula.

 

  1. V.                Hasil Pengamatan

 

Tabel Pengamatan

Pengamatan

Sel berada dalam

Air

Gula 1%

Gula 10%

∑ sel yang terplasmolisis (warna putih)

11

55

75

∑ sel yang belum terplasmolisis (warna merah)

73

29

9

% plasmolisis

 x 100%

= 13,1%

 x 100%

= 65,5 %

 x 100%

= 89,3 %

 

  1. VI.             Analisis Data

 

  1. 1.     Pada pengamatan dijumpai sel-sel yang berwarna merah keunguan. Kenapa demikian ?

Dijumpai sel berwarna merah keunguan pada sel-sel  Rhoeo discolor karena kondisi sel saat itu adalah dalam keadaan isotonis. Karena kondisi isotonis, maka kondisi air dan tekanan juga stabil dan mengakibatkan pigmen warna terjaga kondisinya dan berwarna merah keunguan.

 

  1. 2.     Setelah air diganti dengan larutan gula, maka ada beberapa sel yang berwarna putih. Kenapa demikian ?

Karena setelah air diganti dengan larutan yang terkonsentrasi gula 1% kemudian gula 10% maka yang terjadi adalah sel Rhoeo discolor mengalami osmosis dan kemudian mengalami plasmolysis karena kehilangan air juga karena kondisi sel menjadi hipertonis. Sel yang berwarna putih inilah sel yang telah mengalami plasmolisis.

 

  1. 3.     Kemanakah hilangnya warna merah pada sel tersebut ? Jelaskan !

Hilangnya warna merah karena terplasmolisis. Setelah diberi larutan glukosa, maka pigmen warna merah keunguan tersebut menyebar ke dalam sel. Hal ini karena adanya pengerutan membran plasma akibat dari banyaknya air yang keluar dari sel. Dengan keadaan ini, maka dapat dikatakan bahwa sel mengalami plasmolisis jika diletakkan pada larutan gula (hipertonis).

 

  1. 4.     Kenapa terjadi perubahan warna pada sel ?

Perubahan warna terjadi karena pengaruh plasmolisis, karena banyak air yang keluar dari sel, membrane plasma mengkerut dan pigmen warna menyebar kedalam sel, mengakibatkan warna menjadi putih.

 

  1. Buatlah grafik hubungan antara konsentrasi larutan dengan % plasmolysis ! (Dengan ketentuan sumbu x menunjukan larutan yang digunakan dan sumbu y menunjukan % plasmolysis)

 

  1. VII.         Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kesimpulannya adalah :

 

  • Plasmolisis terjadi karena sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik sehingga air akan terus-menerus keluar dari sel dan menyebabkan  sel  mengerut, begitu sel ini mengerut membrane plasmanya tertarik menjauhi dindingnya.
  • Semakin tinggi konsentrasi perendam semakin banyak sel yang terplasmolisis.
  • Yang berperan sebagai larutan hipertonis dalam percobaan disini adalah larutan gula 1% dan larutan gula10%.
  • Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis.
  • Sel tumbuhan Rhoeo discolor yang diletakkan di larutan gula terkonsentrasi (hipertonik) akan menyebabkan sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini akan layu.
  • Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolysis
  • Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
  • Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
    VIII.      Pertanyaan Pengembangan

 

  1. Plasmolisis dijumpai pada sel tumbuhan. Sedangkan pada sel hewan disebut krenasi. Beri penjelasan !

 

Pada tumbuhan disebut plasmolysis karena lepasnya protoplasma dalam sel akibat kondisi hipertonis, sedangkan pada sel hewan disebut krenasi, yaitu peristiwa mengkerutnya sel akibat kondisi hipertonis.

 

 

  1. Bagaimanakah akibatnya jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis ?

 

Akibat jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis akan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan tekanan (hipertonis) larutan dari proses osmosis. Akibat dari kondisi hipertonis inilah sel-sel tanaman dapat mengalami kematian.

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

 

http://sketsaistjourney.wordpress.com/2011/04/03/difusi-osmosis-plasmolisis/

http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/krenasi-plasmolisis.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmolisis