Osmosis pada Umbi Kentang

  1. I.         Tujuan
    1. Mengamati osmosis pada umbi kentang.
    2. Mengetahui perbedaan berat setelah osmosis.
    3. Mengetahui perbedaan kondisi setelah mengalami osmosis.
    4. Mengetahui keadaan umbi kentang setelah osmosis.

 

  1. II.       Dasar Teori

Sel hidup selalu melakukan metabolisme. Untuk keberlangsungan metabolisme dibutuhkan zat-zat kimia pendukung yang harus dipindahkan ke dalam sel. Perpindahan zat-zat ini berlangsung dengan cara osmosis dan difusi.

 

Osmosis adalah perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semi permeable dari larutan berkonsentrasi rendah menuju larutan berkonsentrasi tinggi.

Difusi adalah perpindahan molekul-molekul suatu zat dari larutan berkonsentrasi tinggi yang berkonsentrasi rendah.

 

Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).

Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapaikeseimbangan.

Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.Jika dijelaskan sebagai konsep termodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan entrropi. Komponen solvent murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandunagn solut tinggi memiliki entropi yg tinggi juga. Mengikuti Hukum Termo II: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju kondisi entropi maksimum, maka solvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut lebih banyak, sehingga total entropi akhir yang diperoleh akan maksimum.Solvent akan kehilangan entropi, dan solut akan menyerap entropi.

 

 

 

  1. III.      Alat dan Bahan
  2. Umbi kentang
  3. Gelas kimia
  4. Timbangan
  5. Pisau dan penggaris
  6. Kertas tisu
  7. Stopwatch
  8. Air
  9. Larutan NaCl 2%
  10. Larutan NaCl 10%
  11. Larutan NaCl 20%
  12. Pinset
 

 

  1. IV.      Langkah Kerja
    1. Buatlah 4 potongan umbi kentang dengan bentuk tertentu.
    2. Tandailah ke-4 kentang A, B, C dan D.
    3. Timbanglah berat kentang tersebut dengan timbangan dan catatlah dalam tabel.
    4. Secara serempak masukkan kentang ke dalam larutan dengan ketentuan :
  • A ke dalam air
  • B ke dalam larutan NaCl 2%
  • C ke dalam larutan NaCl 10%
  • D ke dalam larutan NaCl 20%
  1. Pada saat kentang masuk ke dalam larutan, hidupkan stopwatch dan catat waktu perendaman (selama 15menit)
  2. Setelah 15 menit, ambilah kentang dari larutanndan gulingkan pada permukaan tissue.
  3. Timbanglah kembali ke-4 kentang dan catat dalam table.
  4. Peganglah untuk mengetahui kekerasan umbi kentang, dan bandingkan !
  5. Analisalah data hasil kegiatan

 

 

 

 

  1. V.       Hasil Pengamatan

 

No

 

Perendaman dalam

Berat

Selisih berat (y-x) g Kondisi kentang (keras/lunak)
Awal(x)g Akhir(y)g
1 Air

8,7

8,7

0

Keras
2 NaCl 2%

7,7

7,5

-0,2

Agak lunak
3 NaCl 10%

8,2

7,6

-0,6

Lunak
4 NaCl 20%

8,6

7,9

-0,7

Lebih lunak

 

 

  1. VI.      Analisis data

 

  1. Bagaimanakah selisih berat kentang pada ke-4 perlakuan di atas ?

Berat kentang B, C dan D berkurang semua. Selisih berat ke-3 kentang hanya sedikit dari berat awal, yaitu selisih kurang dari 1gram berat awal.

 

  1. Manakah kentang yang memiliki selisih berat (-) ! Jelaskan !

Kentang yang memiliki selisih berat (-) yaitu kentang B, C dan D.

Karena berat kentang dipengaruhi oleh konsentrasi larutan dan proses osmosisnya. Semakin tinggi konsentrasinya, selisih berat juga semakin tinggi.

 

  1. Adakah kentang yang bertambah berat setelah perlakuan ? Jelaskan!

Tidak ada, karena  terjadi perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan. Hal tersebut menyebabkan berat kentang tetap atau berkurang yang tergantung pada konsentrasi larutannya. Untuk kentang yang direndam dalam air, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah atau tetap, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

 

  1. Jelaskan kondisi masing-masing kentang pada ke-4 perlakuan ! Kenapa demikian ?

Kondisi kentang A paling keras, kentang B agak lunak, kentang C lunak, dan kentang D lebih lunak karena Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

 

  1. VII.    Pertanyaan Pengembangan
    1. Jelaskan perbedaan antara lingkungan bersifat hipertonis, hipotonis dan isotonis !

Hipertonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih tinggi dari lingkungan.

Hipotonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih rendah dari lingkungan.

Isotonis jika konsentrasi dalam sel sama dengan konsentrasi lingkungan.

 

  1. Pemerintah mengembangkan program pemupukan berimbang. Apa maksud program tersebut ?

Maksud program tersebut untuk kesuburan tanaman tentang kadar dan serapan hara oleh setiap jenis tanaman, sifat tanah dan lingkungan yang mempengaruhi cadangan dan efisiensi penyerapan(osmosis) hara.

 

  1. Kenapa tanaman yang dipupuk berlebihan akan mengalami kematian ? Jelaskan dengan mengkaitkan prinsip osmosis !

Pemupukan berlebihan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Akibat dari keracunan tanaman sebagian besar tanaman akan menunjukkan klorosis, nekrosis, hingga kekeringan. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan(hipertonis) larutan dari proses osmosis.

 

  1. VIII.  Kesimpulan

 

  1. Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit .

 

  1. Sel bersifat Hipertonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih tinggi dari lingkungan.

Sel bersifat Hipotonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih rendah dari lingkungan.

Sel bersifat Isotonis jika konsentrasi dalam sel sama dengan konsentrasi lingkungan.

 

  1. Dari data yang didapat, dapat saya simpulkan bahwa kentang yang mengalami penambahan berat terjadi karena NaCl bersifat hipotonis terhadap kentang. Sedangkan jika terjadi pengurangan berat karena larutan NaCl bersifat hipertonis terhadap kentang.
  2. Keras lunaknya kentang bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

 

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

Anonim. 2009. Air Dalam Tumbuhan.http:// id.kli mato logi.w ordpres s .com/ tag/a ir-

 

http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/hubungan-air-dengan-tumbuhan.html

 

Morie, indigo .  2010. Tekanan Osmotik (http://belajarkimia.com/tekanan-osmotik/  20 Februari 2011)