Kita punya waktu dua bulan sampai dengan UTS untuk memperbaiki prestasi yang merosot tajam di semester lalu. Siapa tahu kita jadi makin rajin belajar untuk dapat nilai bagus pas UAS, setelah melihat nilai UTS yang berjaya itu.

Kembali ke sekolah, berarti kembali belajar lagi, nih. Tapi tenang, gals, enggak ada kata terlambat untuk memperbaiki nilai kita yang anjlok di semester lalu. Dalam tiga bulan ini, kita bisa, kok, mendapatkan nilai yang bagus buat UTS nanti.

– posisi menentukan prestasi

Minta sama wali kelas supaya menempatkan kita di kursi depan. Kita bisa terhindar dari ajakan teman untuk mengobrol dan bercanda kalau duduk di barisan depan. Bilang sama mereka bahwa kita memang sedang berkonsentrasi memperbaiki nilai-nilai. Setelah jam pelajaran selesai, baru, deh, kita bebas cekakak-cekikik bareng teman-teman. Yang jelas, saatnya belajar, ya, kita harus belajar. Dan saatnya bermain, ya, bermain lah.

 

– aktif bertanya

Seorang guru paling senang kalau siswanya aktif, minimal suka bertanya. Singkirkan rasa malu untuk bertanya sama guru. Keingintahuan kita terhadap materi pelajaran yang kurang dipahami, justru dapat membantu kita dalam memahami pelajaran. Jadi, biarkan teman-teman memandang aneh kita yang senang bertanya. Percaya, deh, malu bertanya, sesat di jalan.

– minta tugas tambahan

Begitu tahu nilai ulangan harian kita jelek, minta tugas tambahan pada guru yang bersangkutan. Tugas tambahan tersebut bisa berupa makalah, esai atau rangkuman. Nah, guru juga akan melihat bahwa kita sungguh-sungguh ingin memperbaiki nilai ulangan yang jelek. Semoga dengan begitu nilai kita bisa diperbaiki.

 

– cari tahu keinginan guru

Bukannya curang, tapi membuat tugas-tugas dengan melihat apa yang guru sukai, akan memberi nilai plus tugas kita. Misal, kita disuruh membuat makalah mengenai global warming. Cari tahu apa, sih, topik global warming kesukaannya. Kalau guru kita menyukai topik mengenai sampah, coba buat makalah tentang sampah. Dijamin, makalah kita jadi makalah pertama yang bakal dibacanya *tapi, bikin yang bagus, ya*. He he he…

– enggak mencontek

Mencontek sama saja dengan meremehkan kemampuan diri kita sendiri. Kita jadi merasa enggak percaya diri dalam mengerjakan soal yang diberikan. Padahal, kalau kita berkonsentrasi belajar, tanpa mencontek nilai pasti akan baik-baik saja. Mencontek akan menjadi kebiasaan buruk yang benar-benar akan merugikan kita. Mungkin enggak sekarang, tapi nanti saat ngobrol sama gebeten kelihatan, deh, dodol-dodolnya kita. Atau nanti saat masuk ujian perguruan tinggi negeri, kita gagal masuk karena enggak bisa mencontek. Oh no!

– berdoa

Usaha boleh, tapi berdoa juga harus, dong. Hi hi hi. Mudah-mudahan kita diberi kemudahan untuk dapat berkonsentrasi belajar sehingga nilai makin oke pas nerima raport nanti. Amiiinnn…

mantra  konsentrasi tingkat tinggi:

– dengarkan musik

Penelitian di Amerika membuktikan bahwa musik dapat mempengaruhi konsentrasi belajar kita, lho. Dengarkan musik favorit kita asal jangan telalu kencang. Walaupun musik dapat menambah konsentrasi belajar, tapi kalau suara musiknya terlalu kencang, nanti yang diingat bukan pelajarannya tapi malah lirik lagunya. He he he…

 

– atur pencahayaan

Usahakan cahaya diatur supaya bikin mata kita nyaman. Kalau terlalu gelap, mata kita jadi cepat lelah karena dipaksa berkonsentrasi dalam cahaya gelap.

 

– ciptakan ruangan yang nyaman

Belajar itu enggak mesti duduk di meja belajar dan kursi kayu, kok. Kalau memang kita lebih konsentrasi sambil duduk-duduk di sofa, ya, enggak apa-apa. Karena dengan membuat diri kita senyaman mungkin, yang namanya konsentrasi bisa betah nemenin kita.

 

ditulis oleh Anggi, dimuat di kaWanku no. 51-2009