Latest Entries »

Apa yang Terjadi Saat Kita Tidur?

Sebagai salah satu rutinitas dalam keseharian kita, tidur memang menjadi hal yang biasa kita lakukan. Pada malam hari, rasa kantuk yang dihasilkan hormon melatonin menjadi penanda bahwa tubuh butuh istirahat dengan tidur. Anda pergi ke tempat tidur, merebahkan diri dan tanpa sadar Anda telah tertidur. Keesokan harinya, pada saat terbangun Anda mungkin tidak ingat berapa lama persisnya Anda telah terlelap. Anda mungkin masih teringat dengan mimpi indah semalam. Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada saat kita tidur?
Tidur Tenang atau Non-REM
Selama siklus tidur kita akan mengalami 2 macam keadaan tidur yaitu keadaan tidur tenang dan keadaan tidur aktif. Tidur tenang sering dikenal dengan istilah tidur NREM atau Non-REM (No Rapid Eye Movement atau Tidak Ada Gerakan Mata yang Cepat).
Saat tidur tenang atau NREM atau Non-REM, tubuh seseorang akan mengalami kegiatan yang tenang. Denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses di mana tubuh memulihkan tubuh. Otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh diperbaiki. Zat-zat yang tidak berguna akan dibuang dari tubuh. Pada saat tidur tenang juga terjadi penggabungan protein-protein yang akan digunakan pada saat tidur aktif.
Pada keadaan tidur tenang atau NREM atau Non-REM, seseorang akan mengalami 4 tahap. Berikut ini tahapan yang terjadi ketika Anda mulai tertidur.
• Tidur Ringan
Saat pertama kali seseorang mulai tertidur, Anda memasuki tahap pertama di mana Anda mengalami tidur ringan atau tidur dangkal, di mana otot tubuh akan mengendur dan gelombang otak akan bergerak tidak beraturan. Pada tahap ini biasanya dimulai ketika Anda mengantuk dan tertidur. Tahap pertama berlangsung selama 30 detik sampai 7 menit pertama tidur Anda.
• Tidur Sebenarnya
Selanjutnya, Anda akan memasuki tahap kedua yaitu tidur sebenarnya, di mana gelombang otak membesar, pecahan-pecahan pikiran dan gambar-gambar mungkin bermunculan dan bergerak di pikiran kita tetapi kita tidak menyadarinya, bahkan Anda sudah tidak sadar dengan keadaan di sekeliling Anda. Tahap kedua berlangsung selama 20 persen dari seluruh waktu tidur Anda.
• Tidur Lebih Pulas
Tahap ketiga tidur Anda semakin lelap. Pada tahap ini, tubuh Anda mulai sulit dibangunkan karena sudah terlelap.
• Tidur Terpulas
Tahap keempat merupakan tahap tidur paling pulas. Pada tahap ini, otak memproduksi gelombang besar, sebagian besar darah dialirkan ke otot, terjadi pemulihan dan perbaikan fungsi tubuh. Hormon pertumbuhan dihasilkan dan terjadi proses pertumbuhan berlangsung pada tahap ini. Tahap ketiga dan keempat berlangsung selama 50 persen dari seluruh waktu tidur kita.

Jika saat tertidur, kita tidak bisa memasuki tahap ketiga dan keempat, maka kemungkinan besar saat terbangun kita akan merasa letih bahkan bisa depresi.
Selesai memasuki tahap keempat, Anda akan mengalami tahap pertama kembali, memasuki tahap kedua dan seterusnya. Siklus ini akan berulang beberapa kali. Pada umumnya pengulangan siklus ini berlangsung selama 3 sampai 5 kali. Lamanya 1 kali siklus membutuhkan waktu sekitar 90 sampai 110 menit.

Tidur Aktif atau REM
Setiap siklus tidur tenang atau NREM akan diakhiri dengan tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement atau Gerakan Mata Cepat). Kebalikan dari tidur tenang, denyut nadi, pernapasan, tekanan darah dan aktivitas lainnya berlangsung dengan lebih aktif, cepat dan tidak teratur. Darah dialirkan ke otak dan gelombang otak. Anda dapat melihat seseorang mengalami periode saat saat melihat tonjolan mata bergerak ke kiri dan ke kanan karena memang pada tidur REM, mata bergerak cepat ke kiri dan ke kanan.
Pada saat tidur aktif atau REM inilah seseorang mengalami mimpi yang sebagian besar tidak akan diingat pada saat bangun dari tidur. Anda juga mengalami imobilitas yaitu tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Hal ini yang berguna agar Anda tidak bergerak sesuai mimpi Anda sehingga membahayakan Anda. Biasanya seseorang mengalami mimpi kira-kira setiap 90 menit sekali dalam sebuah siklus tidur.
Periode tidur aktif berlangsung selama 25 persen dari keseluruhan periode tidur kita. Pada saat tidur aktif atau REM, tubuh memulihkan fungsi-fungsi tertentu dari otak dan juga memperbaiki mental. Pada saat ini pikiran akan memilih, mengolah, mengorganisasi, menghapus hal-hal yang tidak penting dan menyimpan keterangan yang dialami pada hari sebelumnya seperti saat seseorang merekam film dan akan mempersiapkan otak dan pikiran untuk menerima keterangan baru esok harinya. Saat tidur aktif, otak akan menghapus memori jangka pendek atau data tidak penting dan mempertahankan ingatan jangka panjang. Inilah yang membuat setelah tidur, pikiran terasa lebih segar karena tersedia lebih banyak memori otak untuk digunakan lagi.
Selain itu, selama Anda tertidur, tubuh menghasilkan sel T yang akan melawan patogen atau bibit penyakit. Dan saat tertidur, tubuh juga menghasilkan hormon leptin untuk mengatur nafsu makan.
Agar tubuh merasakan manfaat baik dari tidur, seseorang harus mengalami semua proses tidur tersebut dan dalam waktu yang cukup. Jika kita kurang tidur, akan sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan kekhawatiran dan depresi. Maka, berupayalah agar Anda cukup tidur setiap hari dan rasakan manfaatnya.

DASAR TEORI
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibagi menjadi dua, yaitu :
a. larutan elektrolit .
b. larutan non elektrolit.

Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan mengalirkan arus listrik. Jika dalam larutan terdapat ion, larutan tersebutbersifat elektrolit. Jika dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan alat ujielektrolit seperti pada gambar :

Jika larutan menghantarkan arus listrik, maka lampu dalam rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan (gelembung) pada salah satu atau kedua elektroda.

Contoh lain adalah, bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion. Larutan NaCladalah contoh larutan elektrolit. Bila gula dilarutkan dalam air, molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadilarutan. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit.

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non elektrolit. Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur, larutan cuka makan, larutan asam sulfat, larutan tawas, air sungai, air laut. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula, larutanurea, larutan alkohol, larutan glukosa.

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya.
Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil, larutan ini dinamakan elektrolit kuat. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi).
Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi dinamakan elektrolit lemah. Hal ini disebabklan karena zatterlarut akan terurai sebagian.

Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gaspada elektrodanya. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak. Larutan ini dinamakan elektrolit kuat, beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik, sehingga lampu nyala, redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit.

TUJUAN
Untuk mengetahui gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.

ALAT DAN BAHAN
1. Gelas beker
2. Sumber listrik (baterai 6 volt)
3. Kabel listrik
4. Saklar
5. Lampu kecil
6. Batang karbon
7. Kayu penyangga
8. Larutan garam dapur
9. Alkohol
10. Air keran
11. Larutan cukai
12. Larutan kapur
13. Asam klorida
14. Natrium hidroksida

LANGKAH KERJA

1) Lakukanlah percobaan ini dengan berkelompok enam orang
2) Untuk percobaan gejala-gejala hantarkan arus listrik, ikuti langkah kerja berikut :
a. Siapkanlah sumber arus listrik yang akan digunakan dalam percobaan
b. Buatlah rangkaian yang menghubungkan bola lampu dengan arus listrik
c. Isilah gelas beker dengan larutan yang akan diamati, kemudian masukkan batang karbon yang akan dipasang pada batang penyangga
d. Susunlah rangkaian tersebut
e. Masukkan larutsn yang akan diamati dalam gelas beker yang dilengkapi dengan kayu penyangga dan batang karbon
f. Hubungkan saklar dengan sumber arus, lalu amati apakah terjadi nyala pada bola lampu dan apakah timbul gelembung udara pada ujung batang karbon?
g. Masukkan data pengamatan pada tabel hasil percobaan
h. Ulangi kegiatan tersebut dengan berbagai larutan yang berbeda

HASIL PERCOBAAN

No Larutan Gejala pada Lampu Gejala pada Batang Karbon
Nyala Padam Ada Gelembung Tidak Ada Gelembung
1. Air ledeng √ √
2. Garam dapur √ √
3. Cuka √ √
4. Gula √ √
5. Air kapur √ √
6. Alkohol √ √
7. HCl √ √
8. NaOH √ √

KESIMPULAN :

Cara mengetahui larutan elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan dengan cara menguji larutan yang bersangkutan dengan cara memasukkan batang karbon pada larutan yang akan diuji yang telah disambungkan ke sumber listrik dan disambungkan ke lampu kecil yang nantinya akan menyala atau tidak. Bila lampu menyala, maka larutan tersebut merupakan larutan elektrolit.

Berdasarkan hasil percobaan,
Larutan elektrolit kuat yaitu larutan garam dapur, HCl dan NaOH.
Larutan elektrolit lemah yaitu larutan air ledeng, cuka, dan air kapur.
Larutan nonelektrolit yaitu larutan gula dan alkohol.

Example of Job Vacancy

We are one of the fastes growing IT Company and now we are looking for a dynamic people to fill up the position of : Service Center Supervisor.
Requirements :
– Female, max 35 years old
– Minimum Bachelor degree, majoring in Accounting from reputable university.
– Minimum 2 years working experience in Accounting.
– Familiar with financial statement, processes data, system
– Excellent quantitative and analystics skill.
– Good communication skills.
– Proficient in English or Mandarin.
For further informations, please check our web :
http://www.acer.co.id

Example of Curriculum Vitae

Name : Winda Arfian Sari
Adress : Dukuh MJ1/1564 Yogyakarta
Telephone : 085641051947
Nationality : Indonesian
Date of Birth : 4th July 1987
Marital stank : Single

Education / Qualification
2003 – 2006 : Yogyakarta School of Accountancy Bachelor Degree (S1)
2001- 2003 : SMA N 10 Yogyakarta (Graduate)

Skills
Languages : English, Indonesia
Computer : Literate in most computer applications

Employments
2006 – to present : Marketing Departemen Publisher Surabaya, PT.Elexmedia Company Bandung, Jakarta Financial
Interest : Photography, travelling.

Example of Application Letter

Acer Company
25 Deleware road
Bandung 08065
(085741051947)
Winda.arfiansari@ymali.com

Dear Sir,
I’m writing to apply for the Service Center Supervisor position advertised in the Jogja Newspaper. As requested, I am enclosing a completed job application, my certification, my resume and three references.
The opportunity presented in this listing is very interesting, and I believe that my experience and education will make me competitive candidate for this position.
With a Bachelor degree in accountancy, I have understanding of the full life cycle of a software development project.
Please see my resume for additional information on my experience, I can be reached anytime via email at Winda.arfiansari@ymali.com or my cell phone 085741051947
Thank you for your time and consideration. I look fordward for speaking with you about this employment opportunity.

Sincerely

Winda Arfian Sari

1. Kalimat Majemuk Setara
a. Penambahan (aditif)  dan, serta
Contoh : Kakak sedang menyanyi dan adik bermain gitar.
b. Pemilihan (alternatif)  atau
Contoh : Masuk jurusan IPA atau IPS tergantung minat dan niat kita.
c. Bertentangan (konsesif)  tetapi, namun, kecuali
Contoh : Dia sangat cantik tetapi tidak pintar.
d. Penegasan (intensitas)  bahkan, malahan
Contoh : Aku sangat sebal dengannya, bahkan aku membencinya.
e. Pertuturan (mengatur)  kemudian, lalu, maka
Contoh : Setelah mandi, Fara kemudian sarapan dan bersiap berangkat sekolah.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat
a. Sebab (kausal)  karena, sebab, lantaran
Contoh : Adik menangis karena jatuh dari sepeda yang dinaikinya.
b. Akibat (konsekutif)  sehingga, akibat, sampai-sampai
Contoh : Riko pandai dan rajin belajar sehingga ia lulus dengan nilai maksimal.
c. Waktu (temporal)  ketika, sejak, sesudah, sebelum, selama
Contoh : Ada rasa yang tak biasa ketika aku bertemu dengannya.
d. Tujuan (final)  agar, supaya, biar
Contoh : Priska rajin berolahraga supaya tubuhnya sehat.
e. Syarat (kondisional)  jika, bila, kalau, asalkan
Contoh : Arditya tidak akan terlambat jika dia bangun lebih pagi.
f. Tak bersyarat (inkondisional)  walaupun, biarpun, meskipun
Contoh : Ia tetap tersenyum meskipun hatinya terluka.
g. Perbandingan (komparatif)  andaikan, seandainya
Contoh : Seandainya dia tau apa isi hatiku.
h. Pengandaian (Hipotesa)  seumpamanya, sambil, seraya
Contoh : Seumpamanya tidak hujan maka rencana ini dapat berjalan.
i. Cara (sirkumstansial)  sembari
Contoh : Kemudian dia tersenyum sembari berlari kearah ibunya.
j. Penjelasan (eksplanatif)  bahwa
Contoh : Dia tak pernah tau bahwa aku mengaguminya.

3. Kalimat Majemuk Korelatif
a. Tidak … tetapi
Contoh : Rifki tidak kaya tetapi ia dermawan.
b. Bukan … melainkan
Contoh : Ternyata orang berbaju biru itu bukan temannya melainkan kekasihnya.
c. Entah … entah
Contoh : Entah seberapa lama ini akan bertahan entah sampai kapan semua ini berakhir.
d. Baik … maupun
Contoh : Baik tua maupun remaja semuanya mengidolakan Briptu Norman.
e. Apakah … atau
Contoh : Apakah ini yang dinamakan cinta atau hanya perasaan kagum saja.

I. Tujuan
1. Mempelajari pernapasan hewan
2. Melihat faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan pada saat pernapasan

II. Dasar Teori
Insecta (Serangga) bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang-lubang kecil pada eksoskeleton yang disebut stigma atau spirakel. Stigma dilengkapi dengan bulu-bulu untuk menyaring debu. Stigma dapat terbuka dan tertutup karena adanya katup-katup yang di atur oleh otot. Tabung trakea bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang terkecil berujung buntu dan berukuran kurang lebih 0,1 nano meter. Cabang ini disebut trakeolus (berisi udara dan cairan). Oksigen larut dalam cairan ini kemudian berdifusi ke dalam sel-sel di dekatnya. Jadi, pada Insecta, oksigen tidak diedarkan melalui darah, tetapi melalui trakea.
Faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain adalah temperatur suhu cuaca. Jika temperatur suhu cuacanya tidak teratur bisa mempengaruhi laju konsumsi oksigen semakin banyak atau tidaknya. Faktor spesies hewan, jika menguji pernapasan pada hewan yang lebih besar pasti membutuhkan lebih banyak laju mengkonsumsi oksigen. Faktor ukuran badan, jika hewan berukuran kecil pasti tidak banyak membutuhkan oksigen dan jika ukuran badan hewannya besar pasti membutuhkan oksigen yang banyak. Dan faktor aktivitasnya, semua makhluk hidup jika aktivitasnya banyak pasti membutuhkan banyak oksigen juga sama seperti halnya pada hewan jangkrik .
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengengkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.
Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigama, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

Metode Winkler merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen yang terlarut di dalam air. Dalam metode ini, kadar Oksigen dalam air ditentukan dengan cara titrasi. Titrasi merupakan penambahan suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar) ke dalam larutan lain yang tidak diketahui konsentrasinya secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan. Dengan metode Wingkler, kita dapat mengetahui banyaknya oksigen yang dikonsumsi oleh hewan air seperti ikan.

Respirometer Scholander digunakan untuk mengukur laju konsumsi oksigen hewan-hewan seperti katak atau mencit. Alat ini terdiri atas syringe, manometer,tabung spesimen, dan tabung kontrol.

III. Alat dan Bahan
1. Respirometer sederhana
2. 3 ekor jangkrik
3. Timbangan
4. Kapas
5. Kristal NaOH 6. Pipet
7. Eosin
8. Vaselin

IV. Langkah Kerja

a. Membungkus Kristal NaOH dengan kapas atau tissue, lalu memasukkan dalam
tabung respirometer.
b. Memasukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya ke dalam botol
respirometer, kemudian menutup dengan pipa berskala.
c. Mengoleskan vaselin pada celah penutup tabung.
d. Menutup ujung pipa berskala dengan jari kurang lebih 1 menit, kemudian
melepaskan dan memasukkan setetes eosin dengan menggunakan pipet.
e Mengamati dan mencatat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 2
menit selama 10 menit.
f. Melakukan percobaan yang sama (langkah a sampai dengan e) menggunakan
jangkrik lainnya dengan ukuran yang berbeda.

V. Hasil Pengamatan

No. Berat tubuh jangkrik Skala Kedudukan Eosin (mL)
2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit
1 0,6 gram 0,40 0,69 0,85 – –
2 0,8 gram 0,46 0,74 – – –
3 0,8 gram 0,30 0,50 0,66 0,77 0,88

 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 1 = (0,40+0,69+0,85) : 3
= 0,64 ml/2menit = 0,32 ml/menit
 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 2 = (0,46+0,74) : 2
= 0,60 ml/2menit = 0,30 ml/menit
 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 3 = (0,30+0,50+0,66+0,77+0,88) : 5
= 0,622 ml/2menit = 0,311 ml/menit

Pembahasan
Dalam teori, berat badan jangkrik mempengaruhi laju pernapasan jangkrik. Semakin berat jangkrik semakin cepat pula laju pernapasannya. Namun dalam percobaan yang kami lakukan, pada jangkrik ke 2 dan ke 3 yang memiliki berat sama besar yaitu 0,8 gram, laju pernapasan jangkrik ke 3 sampai skala 0,88 pada menit ke 10, sedangkan jangkrik ke 2 yang beratnya sama justru telah sampai skala 0,74 pada menit ke 6. Sedangkan jangkrik pertama yang beratnya paling ringan justru laju pernapasannya lebih cepat dari jangkrik ke 3, yaitu melampaui batas skala pada menit ke 6. Hal ini mungkin disebabkan karena aktivitas jangkrik yang berbeda. Dari yang kami amati saat percobaan, jangkrik ke 2 lebih aktif daripada jangkrik ke 3. Ini membuktikan bahwa aktivitas juga mempengaruhi laju pernapasan.

Pertanyaan

1. Mengapa percobaan ini menggunakan eosin ?
Eosin digunakan untuk mengetahui laju pernapasan jangkrik dan memudahkan dalam pembacaan skala pada respirometer karena berwarna merah.

2. a.) Apa fungsi eosin yang disuntukan pada pipa respirometer ?
Fungsi eosin adalah sebagai penanda laju pernapasan jangkrik dan untuk
memudahkan pembacaan skala respirometer.

b.) Adakah perubahan skala pada tiap pengamatan?
Ya, ada perubahan skala pada tiap pengamatan.

c.) Untuk menunjukan apakah perubahan skala tersebut ?
Perubahan skala tersebut untuk menunjukkan kecepatan pernapasan
jangkrik di dalam tabung respirometer.

3. Bila tabung rapat, mengapa eosin dapat bergerak ?
Karena bila tabung rapat, maka akan terjadi penyusutan sehingga eosin pun dapat bergerak.

4. Apakah tanda-tanda yang diamati di tabung respirometer untuk membuktikan
dihasilkannya uap air dalam respirasi ?
Untuk mengetahui adanya uap air, maka akan terlihat embun atau uap air
pada bagian-bagian tabung respirometer.

5. Apa fungsi KOH/ NaOH Kristal diletakkan pada tabung respirometer?
Fungsinya KOH/ NaOH Kristal adalah untuk mengikat CO2 hasil sampingan respirasi. Kegunaan pengikatan gas karbon dioksida tersebut adalah agar terjadinya penyusutan udara didalam tabung tertutup tersebut. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut:
KOH + CO2 → K2CO3 + H2O (Chang, 1996)

7. Apakah berat organisme mempengaruhi kebutuhan O2 ?
Ya, berat organisme mempengaruhi kebutuhan 02, hewan yang memiliki massa lebih besar akan lebih banyak menarik eosin hal ini terjadi karena organisme yang memiliki massa lebih memiliki sel lebih banyak dari pada yang bermassa ringan, sehingga makin banyak sel untuk yang membutuhkan oksigen. Pernapasan pun semakin cepat.

VI. Kesimpulan

a. Pada percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa hewan , melakukan proses respirasi. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa bertambahnya massa suatu jangkrik dan bertambahnya jumlah energi yang dikeluarkan oleh makhluk hidup mempengaruhi jumlah karbon dioksida dan oksigen yang dihirup.
b. Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan atau laju konsumsi O2 yaitu :
1. Spesies hewan
2. Ukuran hewan
3. Aktivitas
4. Suhu lingkungan
5. Jumlah pemberian KOH


ImageChef.com Flower Text

Angel Today


More clock widgets at Widgia.com

  1. 1.   Judul :

Bagaimanakah struktur sel hewan dan tumbuhan itu ?

2.   Tujuan :

–       Mengetahui struktur sel hewan dan tumbuhan.

–       Mengetahui perbedaan struktur sel hewan dan tumbuhan

–      Mempelajari fungsi masing-masing bagian sel

3.   Dasar Teori

Sel adalah satu unit dasar dari struktur mahluk hidup. Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).

Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari :

a. Air
Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%.

b. Elektrolit
Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel

c. Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai
berikut :

1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi

d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobike.

e. Karbohidrat
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel

f. Sitoplasma dan organel
Di dalam sitoplasma inilah tersebar berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosome, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting yaitu retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokhondria, lisosom dan peroksisom.

4.   Alat dan Bahan

–       Alat : Mikroskop dan kelengkapannya

–       Bahan :

  • Empulur / gabus batang ketela pohon (Manihot uttilissima)
  • Epidermis bawang merah (Allium cepa fa ascalonicum)
  • Epitel rongga mulut
  • Air
  • Metilen biru
  • Tusuk gigi

5.   Cara Kerja

    1. Siapkan mikroskop dan kelengkapannya.
    2. Ambilkan masing-masing specimen yang ada. (empulur batang ketela pohon, epidermis bawang merah dan epitel rongga mulut)
    3. Pertama-tama amatilah preparat specimen empulur batang ketela pohon dengan pembesaran lensa okuler yang kecil/lemah dan lensa obyektif yang sedang, serta setelah jelas bagian-bagiannya, gambarlah struktur sel dan bagiannya.
    4. Lakukan seperti pada butir (c) tetapi gunakan epidermis bawang merah kemudian epitel rongga mulut.
    5. Gunakan buku paket atau sumber lainnya, jelaskan fungsi masing-masing.

 

  1. 6.   Hasil Pengamatan

 

Empulur ketela pohon

Epidermis bawang merah

Epitel rongga mulut

     

7.   Pembahasan

  1. a.     Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

 

  • Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid

  • Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid.

 

Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran sel memiliki fungsi antara lain:

a. sebagai pelindung sel,

b. mengendalikan pertukaran zat, dan

c. tempat terjadinya reaksi kimia.

 

  1. b.     Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong.  Nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.

 

  1. c.    Mitokondria

Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer. Mitokondria disusun oleh bahan-bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai pembangkit energi.

 

  1. d.    Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Komposisi kimia tersusun atas lipoprotein. Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu :

–       Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

–       Retikulum Endoplasma Halus (REH)

Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain:

1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma;

2) transpor protein yang disintesis dalam ribosom; dan

3) biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.

 

  1. e.    Ribosom

Ribosom berfungsi untuk sintesis protein, yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak.

 

 

  1. f.     Badan Golgi

Badan golgi pada tumbuhan disebut dengan diktiosom. Pada diktiosom terjadi pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan penyusun dinding sel. Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain:

1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar;

2) membentuk dinding sel pada tumbuhan;

3) menghasilkan lisosom;

4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur.

 

  1. g.    Lisosom

Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja. Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi membran tunggal. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein. Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati dan menggantikan dengan yang baru yang disebut dengan autofagus.

 

  1. h.    Sentrosom

Sentrosom hanya dijumpai pada sel hewan. Bentuk sentrosom bulat kecil. Organela ini terdapat di dekat inti, berperan dalam proses pembelahan sel. Sentrosom menyerupai bola-bola duri karena adanya serat-serat radial.

 

  1. i.      Vakuola

Vakuola ialah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa.

 

  1. j.     Plastida

Di dalam plastida terdapat zat pigmen. Pada lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari, maka plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain pigmen hijau (klorofil), kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan (xantofil). Plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu untuk tempat amilum.

8.   Kesimpulan

Kesimpulan berdasarkan praktikum pengamatan struktur sel hewan dan tumbuhan ini adalah :
1) Pada sel mati hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong
2) Selain itu bentuknya seperti segi lima atau segi enam
3) Sementara pada sel hidup (bawang merah), memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma
4) Berwarna merah muda pada bagian selnya karena mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas.
5) Dan pada epitel, mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma
6) Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup
7) Sementara pada sel mati( gabus batang singkong) tidak lagi berperan bagi kehidupan

Perbedaan Sel hewan dan Sel tumbuhan :

Aspek

Sel hewan

Sel tumbuhan

Dinding sel Tidak ada Ada
Plastida Tidak ada Ada
Lisosom Ada Tidak ada
Sentriol Ada Tidak ada
Glioksisom Ada Tidak ada
Jumlah vakuola Sedikit Banyak
Ukuran vakuola Besar Kecil
Mitokondria Banyak Relatif sedikit karena fungsinya dibantu plastida
Ukuran sel Lebih kecil dari sel tumbuhan Lebih besar dari sel hewan
  1. 9.   Jawaban pertanyaan pengembangan

1.)  Jelaskan bagian yang terlihat pada sel setelah pengamatan empulur gabus batang ketela pohon, epidermis bawang merah dan epitel rongga mulut !

Jawab :

  • Pada pengamatan empulur gabus batang ketela pohon sel terlihat seperti rumah lebah, berbentuk segi-6 dan beruang kosong. Hanya dinding sel yang terlihat.
  • Pada pengamatan epidermis bawang merah sel terihat berbentuk persegi panjang yang tidak beraturan, mirip tumpukan batu bata. Tetapi inti sel nya terlihat.
  • Pengamatan sel epitel rongga mulut bentuk sel tidak teratur tetapi inti sel dan sitoplasma dapat dilihat.

 

2.)  Pada saat mengamati sel epitel rongga mulut digunakan metilen blue, mengapa demikian ?

Jawab :

Karena metilen blue berfungsi untuk memperjelas bagian sel.

 

3.)  Bagaimanakah struktur yang dijumpai empulur gabus ketela pohon ? Kenapa demikian ?

Jawab :

Struktur empulur gabus ketela pohon berupa rongga kosong menyerupai bentuk  rumah lebah (segi-6), karena itu sebenarnya adalah sel mati.

 

4.)  Dengan hasil pengamatan tersebut, jelaskan perbedaan sel hidup dan sel mati, sel tumbuhan dan sel hewan !

Jawab:

  • Sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan aktivitas kehidupan yang ditunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas dalam sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik.
  • Sel mati hanya berupa ruang kosong yang dibatasi oleh dinding sel.
  • Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan.
  • Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan.

5.)  Dengan menggunakan gambar A dan B, tentukan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan !

Jawab :

Aspek

Sel hewan

Sel tumbuhan

Dinding sel Tidak ada Ada
Plastida Tidak ada Ada
Lisosom Ada Tidak ada
Sentriol Ada Tidak ada
Glioksisom Ada Tidak ada
Jumlah vakuola Sedikit Banyak
Ukuran vakuola Besar Kecil
Mitokondria Banyak Relatif sedikit karena fungsinya dibantu plastida
Ukuran sel Lebih kecil dari sel tumbuhan Lebih besar dari sel hewan

Wortel termasuk sayuran populer yang banyak mengandung zat makanan. Disarankan memilih wortel yang bentuknya baik, kondisinya segar dan warna jingganya cerah. Wortel yang terlalu besar memiliki rasa yang agak tajam dan sedikit pahit.

Selain rasanya enak, wortel yang masih segar juga memiliki nilai gizi yang cukup baik. Wortel merupakan sumber utama karoten dan beta karoten. Didalam hati , karoten berubah menjadi vitamin A jika tubuh kekurangan vitamin A. Kandungan vitamin A dalam wortel sangat tinggi sehingga bermanfaat untuk membantu penglihatan, pencegahan rabun senja, mempercepat penyembuhan luka, dan memperbaiki kulit. Vitamin A juga berfungsi membantu hati dalam menghilangkan toksin (racun) di dalam tubuh. Sementara itu, beta karoten dalam wortel berkhasiat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan kesehatan tubuh, dan menghambat penuaan.

Wortel juga memperkaya sel dan jaringan serta membantu melindunginya terhadap kanker. Selain itu, wortel juga merangsang rekasi pembersihan lemak sehingga bisa membaantu, membuang lemak secara mudah dan cepat. Kandungan nutrisi wortel adalah 27 mg kalsium, 0,5 zat besi, 34 mg sodium 26 mg fosfor246 mg potassium, 6 mg vitamin C, 7,93 I.U vitamin A, dan sejumlah vitamin B komplek. Kandungan mineral yang terdapat dalam wortel adalah kalium. Mineral ini berfungsimenjaga keseimbangan air dalam tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah serta membantu menetralkan asam dalam darah.

Manfaat wortel bagi kesehatan :

1. Mengatasi gangguan kulit
2. Membantu pncernaan
3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
4. Antioksidan dan antikanker
5. Menurunkan kadar kolesterol
6. Menurunkan tekanan darah tinggi
7. Mengatasi rabun senja
8. Mengatasi kegemukan dan obesitas

Jus wortel juga berkasiat sebagai laksatif, yakni melancarkan buang air besarkarena didalam wortel terdapat pektin yang berkhasiat mencegah dan mengattasi sembelit dengan cara memperlunak feses dan mendorong sisa makanan pada saluran pembuangan. Kandungan pektin yang ada dalam wortel juga mampu menurunkan kolesterol tinggi dan membantu kessehatan usus. Besar.
Kandungan karoten, terutama beta karoten pada wortel berfungsi menghalangi sel kanker dengan cara mengacaukan mekanisme kanker yang merusak sel. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wortel terbukti mampu menurunkan resiko semua tipe kanker, seperti kanker paru, prostat, kantung kemih, dan saluran pernafasan.

Wortel juga bersifat sebagai pembersih darah dan mendorong keluarnya sisa metabolisme sel tubuh melalau ginjal sehingga dapat mencegah pengendapan sisa-sisa metabolisme yang memicu munculnya penyakit batu ginjal dan saluran kemih. Zat-zat penting yang terkandung dalam wortel juga sangat diperlukan untuk memicu fungsi kerja kelenjar endokrin, khususnya adrenalin dan kelenjar kelamin sehingga bermanfaat untuk menangkal kemandulan dan menyuburkan sistem reproduksi. Jus wortel satu cangkir sehari membuat tubuh anda lebih sehat dan mampu menyembuhkan penyakit yang mengerikan, seperti kanker dan penyakit lainnya. Selain minum jus wortel sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.

Sumber : Bangun, A.P., Dr., MHA. 2004. Menangkal Penyakit Dengan Jus Buah Dan Sayuran. Jakarta. PT. AgroMedia Pustaka.

 

 

Plasmolisis

 

  1. I.                   Tujuan :
    1. Dapat mempelajari dan mengamati secara langsung proses plasmolisis.
    2. Mengetahui dan mempelajari proses mekanisme plasmolisis pada tumbuhan.
    3. Mengetahui hal yang menyebabkan sel tumbuhan Rhoeo discolor mengalami plasmolysis.
    4. Mengetahui dampak/akibat dari plasmolysis yang terjadi pada sel.

 

 

  1. II.               Dasar Teori

 

Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel . sel akan mengerut mengalami dehidrasi dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut  dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini di sebut plasmolisis. (Jane B. Reech.2003.Campblle edisi kelima.Jakarta:Erlangga. )

Plasmolisis merupakan suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui membrannya .

Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.

Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang . Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .

Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .

 

 

 

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

  1. III.            Alat dan Bahan
  2. Epidermis daun Rhoeo discolor
  3. Mikroskop dan kelengkapannya
  4. Larutan gula 1%
  5. Larutan gula 10%
  6. Kertas saring
  7. Air
  8. Cutter
  9. Kertas tissue
    1. IV.             Langkah kerja
      1. Siapkan mikroskop dan kaca objek yang bersih.
      2. Buatlah irisan tipis (setebal selapis sel) epidermis daun Rhoeo discolor bagian bawah (berwarna merah) dan letakkan pada kaca objek dan beri kaca penutup.
      3. Amatilah dengan mikroskop perbesaran lemah dan hitunglah jumlah sel yang berwarna merah yang terlihat pada bidang pengamatan.
      4. Tanpa melepas kaca penutup, gantilah air dengan larutan gula 1% dan amati perubahannya (catat jumlah sel yang berwarna putih)
      5. Gantilah dengan larutan gula 10% dengan cara yang sama dan catat jumlah sel yang berwarna putih.

*) Sel berwarna putih menandakan jumlah sel yang mengalami plasmolysis.

  1. Setelah selesai pengamatan, mikroskop dibersihkan dan dikembalikan ditempat semula.

 

  1. V.                Hasil Pengamatan

 

Tabel Pengamatan

Pengamatan

Sel berada dalam

Air

Gula 1%

Gula 10%

∑ sel yang terplasmolisis (warna putih)

11

55

75

∑ sel yang belum terplasmolisis (warna merah)

73

29

9

% plasmolisis

 x 100%

= 13,1%

 x 100%

= 65,5 %

 x 100%

= 89,3 %

 

  1. VI.             Analisis Data

 

  1. 1.     Pada pengamatan dijumpai sel-sel yang berwarna merah keunguan. Kenapa demikian ?

Dijumpai sel berwarna merah keunguan pada sel-sel  Rhoeo discolor karena kondisi sel saat itu adalah dalam keadaan isotonis. Karena kondisi isotonis, maka kondisi air dan tekanan juga stabil dan mengakibatkan pigmen warna terjaga kondisinya dan berwarna merah keunguan.

 

  1. 2.     Setelah air diganti dengan larutan gula, maka ada beberapa sel yang berwarna putih. Kenapa demikian ?

Karena setelah air diganti dengan larutan yang terkonsentrasi gula 1% kemudian gula 10% maka yang terjadi adalah sel Rhoeo discolor mengalami osmosis dan kemudian mengalami plasmolysis karena kehilangan air juga karena kondisi sel menjadi hipertonis. Sel yang berwarna putih inilah sel yang telah mengalami plasmolisis.

 

  1. 3.     Kemanakah hilangnya warna merah pada sel tersebut ? Jelaskan !

Hilangnya warna merah karena terplasmolisis. Setelah diberi larutan glukosa, maka pigmen warna merah keunguan tersebut menyebar ke dalam sel. Hal ini karena adanya pengerutan membran plasma akibat dari banyaknya air yang keluar dari sel. Dengan keadaan ini, maka dapat dikatakan bahwa sel mengalami plasmolisis jika diletakkan pada larutan gula (hipertonis).

 

  1. 4.     Kenapa terjadi perubahan warna pada sel ?

Perubahan warna terjadi karena pengaruh plasmolisis, karena banyak air yang keluar dari sel, membrane plasma mengkerut dan pigmen warna menyebar kedalam sel, mengakibatkan warna menjadi putih.

 

  1. Buatlah grafik hubungan antara konsentrasi larutan dengan % plasmolysis ! (Dengan ketentuan sumbu x menunjukan larutan yang digunakan dan sumbu y menunjukan % plasmolysis)

 

  1. VII.         Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kesimpulannya adalah :

 

  • Plasmolisis terjadi karena sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik sehingga air akan terus-menerus keluar dari sel dan menyebabkan  sel  mengerut, begitu sel ini mengerut membrane plasmanya tertarik menjauhi dindingnya.
  • Semakin tinggi konsentrasi perendam semakin banyak sel yang terplasmolisis.
  • Yang berperan sebagai larutan hipertonis dalam percobaan disini adalah larutan gula 1% dan larutan gula10%.
  • Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis.
  • Sel tumbuhan Rhoeo discolor yang diletakkan di larutan gula terkonsentrasi (hipertonik) akan menyebabkan sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini akan layu.
  • Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolysis
  • Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
  • Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
    VIII.      Pertanyaan Pengembangan

 

  1. Plasmolisis dijumpai pada sel tumbuhan. Sedangkan pada sel hewan disebut krenasi. Beri penjelasan !

 

Pada tumbuhan disebut plasmolysis karena lepasnya protoplasma dalam sel akibat kondisi hipertonis, sedangkan pada sel hewan disebut krenasi, yaitu peristiwa mengkerutnya sel akibat kondisi hipertonis.

 

 

  1. Bagaimanakah akibatnya jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis ?

 

Akibat jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis akan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan tekanan (hipertonis) larutan dari proses osmosis. Akibat dari kondisi hipertonis inilah sel-sel tanaman dapat mengalami kematian.

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

 

http://sketsaistjourney.wordpress.com/2011/04/03/difusi-osmosis-plasmolisis/

http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/krenasi-plasmolisis.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmolisis