Category:


DASAR TEORI
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibagi menjadi dua, yaitu :
a. larutan elektrolit .
b. larutan non elektrolit.

Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan mengalirkan arus listrik. Jika dalam larutan terdapat ion, larutan tersebutbersifat elektrolit. Jika dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan alat ujielektrolit seperti pada gambar :

Jika larutan menghantarkan arus listrik, maka lampu dalam rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan (gelembung) pada salah satu atau kedua elektroda.

Contoh lain adalah, bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion. Larutan NaCladalah contoh larutan elektrolit. Bila gula dilarutkan dalam air, molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadilarutan. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit.

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non elektrolit. Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur, larutan cuka makan, larutan asam sulfat, larutan tawas, air sungai, air laut. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula, larutanurea, larutan alkohol, larutan glukosa.

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya.
Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil, larutan ini dinamakan elektrolit kuat. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi).
Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi dinamakan elektrolit lemah. Hal ini disebabklan karena zatterlarut akan terurai sebagian.

Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gaspada elektrodanya. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak. Larutan ini dinamakan elektrolit kuat, beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik, sehingga lampu nyala, redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit.

TUJUAN
Untuk mengetahui gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.

ALAT DAN BAHAN
1. Gelas beker
2. Sumber listrik (baterai 6 volt)
3. Kabel listrik
4. Saklar
5. Lampu kecil
6. Batang karbon
7. Kayu penyangga
8. Larutan garam dapur
9. Alkohol
10. Air keran
11. Larutan cukai
12. Larutan kapur
13. Asam klorida
14. Natrium hidroksida

LANGKAH KERJA

1) Lakukanlah percobaan ini dengan berkelompok enam orang
2) Untuk percobaan gejala-gejala hantarkan arus listrik, ikuti langkah kerja berikut :
a. Siapkanlah sumber arus listrik yang akan digunakan dalam percobaan
b. Buatlah rangkaian yang menghubungkan bola lampu dengan arus listrik
c. Isilah gelas beker dengan larutan yang akan diamati, kemudian masukkan batang karbon yang akan dipasang pada batang penyangga
d. Susunlah rangkaian tersebut
e. Masukkan larutsn yang akan diamati dalam gelas beker yang dilengkapi dengan kayu penyangga dan batang karbon
f. Hubungkan saklar dengan sumber arus, lalu amati apakah terjadi nyala pada bola lampu dan apakah timbul gelembung udara pada ujung batang karbon?
g. Masukkan data pengamatan pada tabel hasil percobaan
h. Ulangi kegiatan tersebut dengan berbagai larutan yang berbeda

HASIL PERCOBAAN

No Larutan Gejala pada Lampu Gejala pada Batang Karbon
Nyala Padam Ada Gelembung Tidak Ada Gelembung
1. Air ledeng √ √
2. Garam dapur √ √
3. Cuka √ √
4. Gula √ √
5. Air kapur √ √
6. Alkohol √ √
7. HCl √ √
8. NaOH √ √

KESIMPULAN :

Cara mengetahui larutan elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan dengan cara menguji larutan yang bersangkutan dengan cara memasukkan batang karbon pada larutan yang akan diuji yang telah disambungkan ke sumber listrik dan disambungkan ke lampu kecil yang nantinya akan menyala atau tidak. Bila lampu menyala, maka larutan tersebut merupakan larutan elektrolit.

Berdasarkan hasil percobaan,
Larutan elektrolit kuat yaitu larutan garam dapur, HCl dan NaOH.
Larutan elektrolit lemah yaitu larutan air ledeng, cuka, dan air kapur.
Larutan nonelektrolit yaitu larutan gula dan alkohol.

Example of Job Vacancy

We are one of the fastes growing IT Company and now we are looking for a dynamic people to fill up the position of : Service Center Supervisor.
Requirements :
– Female, max 35 years old
– Minimum Bachelor degree, majoring in Accounting from reputable university.
– Minimum 2 years working experience in Accounting.
– Familiar with financial statement, processes data, system
– Excellent quantitative and analystics skill.
– Good communication skills.
– Proficient in English or Mandarin.
For further informations, please check our web :
http://www.acer.co.id

Example of Curriculum Vitae

Name : Winda Arfian Sari
Adress : Dukuh MJ1/1564 Yogyakarta
Telephone : 085641051947
Nationality : Indonesian
Date of Birth : 4th July 1987
Marital stank : Single

Education / Qualification
2003 – 2006 : Yogyakarta School of Accountancy Bachelor Degree (S1)
2001- 2003 : SMA N 10 Yogyakarta (Graduate)

Skills
Languages : English, Indonesia
Computer : Literate in most computer applications

Employments
2006 – to present : Marketing Departemen Publisher Surabaya, PT.Elexmedia Company Bandung, Jakarta Financial
Interest : Photography, travelling.

Example of Application Letter

Acer Company
25 Deleware road
Bandung 08065
(085741051947)
Winda.arfiansari@ymali.com

Dear Sir,
I’m writing to apply for the Service Center Supervisor position advertised in the Jogja Newspaper. As requested, I am enclosing a completed job application, my certification, my resume and three references.
The opportunity presented in this listing is very interesting, and I believe that my experience and education will make me competitive candidate for this position.
With a Bachelor degree in accountancy, I have understanding of the full life cycle of a software development project.
Please see my resume for additional information on my experience, I can be reached anytime via email at Winda.arfiansari@ymali.com or my cell phone 085741051947
Thank you for your time and consideration. I look fordward for speaking with you about this employment opportunity.

Sincerely

Winda Arfian Sari

1. Kalimat Majemuk Setara
a. Penambahan (aditif)  dan, serta
Contoh : Kakak sedang menyanyi dan adik bermain gitar.
b. Pemilihan (alternatif)  atau
Contoh : Masuk jurusan IPA atau IPS tergantung minat dan niat kita.
c. Bertentangan (konsesif)  tetapi, namun, kecuali
Contoh : Dia sangat cantik tetapi tidak pintar.
d. Penegasan (intensitas)  bahkan, malahan
Contoh : Aku sangat sebal dengannya, bahkan aku membencinya.
e. Pertuturan (mengatur)  kemudian, lalu, maka
Contoh : Setelah mandi, Fara kemudian sarapan dan bersiap berangkat sekolah.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat
a. Sebab (kausal)  karena, sebab, lantaran
Contoh : Adik menangis karena jatuh dari sepeda yang dinaikinya.
b. Akibat (konsekutif)  sehingga, akibat, sampai-sampai
Contoh : Riko pandai dan rajin belajar sehingga ia lulus dengan nilai maksimal.
c. Waktu (temporal)  ketika, sejak, sesudah, sebelum, selama
Contoh : Ada rasa yang tak biasa ketika aku bertemu dengannya.
d. Tujuan (final)  agar, supaya, biar
Contoh : Priska rajin berolahraga supaya tubuhnya sehat.
e. Syarat (kondisional)  jika, bila, kalau, asalkan
Contoh : Arditya tidak akan terlambat jika dia bangun lebih pagi.
f. Tak bersyarat (inkondisional)  walaupun, biarpun, meskipun
Contoh : Ia tetap tersenyum meskipun hatinya terluka.
g. Perbandingan (komparatif)  andaikan, seandainya
Contoh : Seandainya dia tau apa isi hatiku.
h. Pengandaian (Hipotesa)  seumpamanya, sambil, seraya
Contoh : Seumpamanya tidak hujan maka rencana ini dapat berjalan.
i. Cara (sirkumstansial)  sembari
Contoh : Kemudian dia tersenyum sembari berlari kearah ibunya.
j. Penjelasan (eksplanatif)  bahwa
Contoh : Dia tak pernah tau bahwa aku mengaguminya.

3. Kalimat Majemuk Korelatif
a. Tidak … tetapi
Contoh : Rifki tidak kaya tetapi ia dermawan.
b. Bukan … melainkan
Contoh : Ternyata orang berbaju biru itu bukan temannya melainkan kekasihnya.
c. Entah … entah
Contoh : Entah seberapa lama ini akan bertahan entah sampai kapan semua ini berakhir.
d. Baik … maupun
Contoh : Baik tua maupun remaja semuanya mengidolakan Briptu Norman.
e. Apakah … atau
Contoh : Apakah ini yang dinamakan cinta atau hanya perasaan kagum saja.

I. Tujuan
1. Mempelajari pernapasan hewan
2. Melihat faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan pada saat pernapasan

II. Dasar Teori
Insecta (Serangga) bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang-lubang kecil pada eksoskeleton yang disebut stigma atau spirakel. Stigma dilengkapi dengan bulu-bulu untuk menyaring debu. Stigma dapat terbuka dan tertutup karena adanya katup-katup yang di atur oleh otot. Tabung trakea bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang terkecil berujung buntu dan berukuran kurang lebih 0,1 nano meter. Cabang ini disebut trakeolus (berisi udara dan cairan). Oksigen larut dalam cairan ini kemudian berdifusi ke dalam sel-sel di dekatnya. Jadi, pada Insecta, oksigen tidak diedarkan melalui darah, tetapi melalui trakea.
Faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain adalah temperatur suhu cuaca. Jika temperatur suhu cuacanya tidak teratur bisa mempengaruhi laju konsumsi oksigen semakin banyak atau tidaknya. Faktor spesies hewan, jika menguji pernapasan pada hewan yang lebih besar pasti membutuhkan lebih banyak laju mengkonsumsi oksigen. Faktor ukuran badan, jika hewan berukuran kecil pasti tidak banyak membutuhkan oksigen dan jika ukuran badan hewannya besar pasti membutuhkan oksigen yang banyak. Dan faktor aktivitasnya, semua makhluk hidup jika aktivitasnya banyak pasti membutuhkan banyak oksigen juga sama seperti halnya pada hewan jangkrik .
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa system trachea yang berfungsi untuk mengengkut dan mngedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trachea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yang masuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam system ini tidak membutuhkan bantuan sitem transportasi atau darah.
Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigama, udara masuk ke pembuluh trachea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.

Metode Winkler merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen yang terlarut di dalam air. Dalam metode ini, kadar Oksigen dalam air ditentukan dengan cara titrasi. Titrasi merupakan penambahan suatu larutan yang telah diketahui konsentrasinya (larutan standar) ke dalam larutan lain yang tidak diketahui konsentrasinya secara bertahap sampai terjadi kesetimbangan. Dengan metode Wingkler, kita dapat mengetahui banyaknya oksigen yang dikonsumsi oleh hewan air seperti ikan.

Respirometer Scholander digunakan untuk mengukur laju konsumsi oksigen hewan-hewan seperti katak atau mencit. Alat ini terdiri atas syringe, manometer,tabung spesimen, dan tabung kontrol.

III. Alat dan Bahan
1. Respirometer sederhana
2. 3 ekor jangkrik
3. Timbangan
4. Kapas
5. Kristal NaOH 6. Pipet
7. Eosin
8. Vaselin

IV. Langkah Kerja

a. Membungkus Kristal NaOH dengan kapas atau tissue, lalu memasukkan dalam
tabung respirometer.
b. Memasukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya ke dalam botol
respirometer, kemudian menutup dengan pipa berskala.
c. Mengoleskan vaselin pada celah penutup tabung.
d. Menutup ujung pipa berskala dengan jari kurang lebih 1 menit, kemudian
melepaskan dan memasukkan setetes eosin dengan menggunakan pipet.
e Mengamati dan mencatat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 2
menit selama 10 menit.
f. Melakukan percobaan yang sama (langkah a sampai dengan e) menggunakan
jangkrik lainnya dengan ukuran yang berbeda.

V. Hasil Pengamatan

No. Berat tubuh jangkrik Skala Kedudukan Eosin (mL)
2 menit 4 menit 6 menit 8 menit 10 menit
1 0,6 gram 0,40 0,69 0,85 – -
2 0,8 gram 0,46 0,74 – – -
3 0,8 gram 0,30 0,50 0,66 0,77 0,88

 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 1 = (0,40+0,69+0,85) : 3
= 0,64 ml/2menit = 0,32 ml/menit
 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 2 = (0,46+0,74) : 2
= 0,60 ml/2menit = 0,30 ml/menit
 Rata-rata kecepatan pernapasan jangkrik ke 3 = (0,30+0,50+0,66+0,77+0,88) : 5
= 0,622 ml/2menit = 0,311 ml/menit

Pembahasan
Dalam teori, berat badan jangkrik mempengaruhi laju pernapasan jangkrik. Semakin berat jangkrik semakin cepat pula laju pernapasannya. Namun dalam percobaan yang kami lakukan, pada jangkrik ke 2 dan ke 3 yang memiliki berat sama besar yaitu 0,8 gram, laju pernapasan jangkrik ke 3 sampai skala 0,88 pada menit ke 10, sedangkan jangkrik ke 2 yang beratnya sama justru telah sampai skala 0,74 pada menit ke 6. Sedangkan jangkrik pertama yang beratnya paling ringan justru laju pernapasannya lebih cepat dari jangkrik ke 3, yaitu melampaui batas skala pada menit ke 6. Hal ini mungkin disebabkan karena aktivitas jangkrik yang berbeda. Dari yang kami amati saat percobaan, jangkrik ke 2 lebih aktif daripada jangkrik ke 3. Ini membuktikan bahwa aktivitas juga mempengaruhi laju pernapasan.

Pertanyaan

1. Mengapa percobaan ini menggunakan eosin ?
Eosin digunakan untuk mengetahui laju pernapasan jangkrik dan memudahkan dalam pembacaan skala pada respirometer karena berwarna merah.

2. a.) Apa fungsi eosin yang disuntukan pada pipa respirometer ?
Fungsi eosin adalah sebagai penanda laju pernapasan jangkrik dan untuk
memudahkan pembacaan skala respirometer.

b.) Adakah perubahan skala pada tiap pengamatan?
Ya, ada perubahan skala pada tiap pengamatan.

c.) Untuk menunjukan apakah perubahan skala tersebut ?
Perubahan skala tersebut untuk menunjukkan kecepatan pernapasan
jangkrik di dalam tabung respirometer.

3. Bila tabung rapat, mengapa eosin dapat bergerak ?
Karena bila tabung rapat, maka akan terjadi penyusutan sehingga eosin pun dapat bergerak.

4. Apakah tanda-tanda yang diamati di tabung respirometer untuk membuktikan
dihasilkannya uap air dalam respirasi ?
Untuk mengetahui adanya uap air, maka akan terlihat embun atau uap air
pada bagian-bagian tabung respirometer.

5. Apa fungsi KOH/ NaOH Kristal diletakkan pada tabung respirometer?
Fungsinya KOH/ NaOH Kristal adalah untuk mengikat CO2 hasil sampingan respirasi. Kegunaan pengikatan gas karbon dioksida tersebut adalah agar terjadinya penyusutan udara didalam tabung tertutup tersebut. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut:
KOH + CO2 → K2CO3 + H2O (Chang, 1996)

7. Apakah berat organisme mempengaruhi kebutuhan O2 ?
Ya, berat organisme mempengaruhi kebutuhan 02, hewan yang memiliki massa lebih besar akan lebih banyak menarik eosin hal ini terjadi karena organisme yang memiliki massa lebih memiliki sel lebih banyak dari pada yang bermassa ringan, sehingga makin banyak sel untuk yang membutuhkan oksigen. Pernapasan pun semakin cepat.

VI. Kesimpulan

a. Pada percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa hewan , melakukan proses respirasi. Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa bertambahnya massa suatu jangkrik dan bertambahnya jumlah energi yang dikeluarkan oleh makhluk hidup mempengaruhi jumlah karbon dioksida dan oksigen yang dihirup.
b. Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan atau laju konsumsi O2 yaitu :
1. Spesies hewan
2. Ukuran hewan
3. Aktivitas
4. Suhu lingkungan
5. Jumlah pemberian KOH

  1. 1.   Judul :

Bagaimanakah struktur sel hewan dan tumbuhan itu ?

2.   Tujuan :

-       Mengetahui struktur sel hewan dan tumbuhan.

-       Mengetahui perbedaan struktur sel hewan dan tumbuhan

-      Mempelajari fungsi masing-masing bagian sel

3.   Dasar Teori

Sel adalah satu unit dasar dari struktur mahluk hidup. Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).

Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari :

a. Air
Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%.

b. Elektrolit
Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel

c. Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai
berikut :

1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi

d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobike.

e. Karbohidrat
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel

f. Sitoplasma dan organel
Di dalam sitoplasma inilah tersebar berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosome, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting yaitu retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokhondria, lisosom dan peroksisom.

4.   Alat dan Bahan

-       Alat : Mikroskop dan kelengkapannya

-       Bahan :

  • Empulur / gabus batang ketela pohon (Manihot uttilissima)
  • Epidermis bawang merah (Allium cepa fa ascalonicum)
  • Epitel rongga mulut
  • Air
  • Metilen biru
  • Tusuk gigi

5.   Cara Kerja

    1. Siapkan mikroskop dan kelengkapannya.
    2. Ambilkan masing-masing specimen yang ada. (empulur batang ketela pohon, epidermis bawang merah dan epitel rongga mulut)
    3. Pertama-tama amatilah preparat specimen empulur batang ketela pohon dengan pembesaran lensa okuler yang kecil/lemah dan lensa obyektif yang sedang, serta setelah jelas bagian-bagiannya, gambarlah struktur sel dan bagiannya.
    4. Lakukan seperti pada butir (c) tetapi gunakan epidermis bawang merah kemudian epitel rongga mulut.
    5. Gunakan buku paket atau sumber lainnya, jelaskan fungsi masing-masing.

 

  1. 6.   Hasil Pengamatan

 

Empulur ketela pohon

Epidermis bawang merah

Epitel rongga mulut

     

7.   Pembahasan

  1. a.     Membran Sel

Membran sel berupa selaput tipis. Bahan penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak dan protein. Lipid yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar. Fosfolipid tersusun atas dua lapis. Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

 

  • Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid

  • Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid.

 

Sifat dari membran sel ini adalah selektif permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Membran sel memiliki fungsi antara lain:

a. sebagai pelindung sel,

b. mengendalikan pertukaran zat, dan

c. tempat terjadinya reaksi kimia.

 

  1. b.     Inti Sel (Nukleus)

Nukleus merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm. Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong.  Nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein. Komposisi nukleus terdiri atas membran nukleus, matriks, dan anak inti.

 

  1. c.    Mitokondria

Mitokondria memiliki bentuk bulat tongkat dan berukuran panjang antara 0,2-5 mikrometer dengan diameter 0,5 mikrometer. Mitokondria disusun oleh bahan-bahan antara lain fosfolipid dan protein. Mitokondria berfungsi untuk tempat respirasi sel atau sebagai pembangkit energi.

 

  1. d.    Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan sistem yang sangat luas, membran di dalam sel berupa saluran-saluran dan tabung pipih. Komposisi kimia tersusun atas lipoprotein. Retikulum endoplasma ada dua macam, yaitu :

-       Retikulum Endoplasma Kasar (REK)

-       Retikulum Endoplasma Halus (REH)

Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain:

1) penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma;

2) transpor protein yang disintesis dalam ribosom; dan

3) biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.

 

  1. e.    Ribosom

Ribosom berfungsi untuk sintesis protein, yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak.

 

 

  1. f.     Badan Golgi

Badan golgi pada tumbuhan disebut dengan diktiosom. Pada diktiosom terjadi pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan penyusun dinding sel. Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain:

1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar;

2) membentuk dinding sel pada tumbuhan;

3) menghasilkan lisosom;

4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur.

 

  1. g.    Lisosom

Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja. Lisosom merupakan struktur agak bulat yang dibatasi membran tunggal. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein. Lisosom juga berperan penting dalam matinya sel-sel. Lisosom membantu menghancurkan sel yang luka atau mati dan menggantikan dengan yang baru yang disebut dengan autofagus.

 

  1. h.    Sentrosom

Sentrosom hanya dijumpai pada sel hewan. Bentuk sentrosom bulat kecil. Organela ini terdapat di dekat inti, berperan dalam proses pembelahan sel. Sentrosom menyerupai bola-bola duri karena adanya serat-serat radial.

 

  1. i.      Vakuola

Vakuola ialah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang di dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, dan basa.

 

  1. j.     Plastida

Di dalam plastida terdapat zat pigmen. Pada lingkungan yang banyak terdapat penyinaran matahari, maka plastida menghasilkan pigmen warna yang disebut kloroplas, antara lain pigmen hijau (klorofil), kuning (xantin), dan kuning kemerah-merahan (xantofil). Plastida yang tidak terkena cahaya matahari tidak akan menghasilkan pigmen warna yang disebut leukoplas atau amiloplas yaitu untuk tempat amilum.

8.   Kesimpulan

Kesimpulan berdasarkan praktikum pengamatan struktur sel hewan dan tumbuhan ini adalah :
1) Pada sel mati hanya terdapat dinding sel sementara bagian yang lain kosong
2) Selain itu bentuknya seperti segi lima atau segi enam
3) Sementara pada sel hidup (bawang merah), memiliki struktur yang jauh lengkap dari pada sel mati, yaitu memiliki, inti sel,dinding sel,kloroplas,membran sel, dan sitoplasma
4) Berwarna merah muda pada bagian selnya karena mengandung plastid yang menghasilkan kloroplas.
5) Dan pada epitel, mempunyai tiga bagian yaitu membran plasma, inti sel, dan sitoplasma
6) Sel pada bawang merah dan epitel mempunyai peran yang cukup penting bagi kelangsungan hidup
7) Sementara pada sel mati( gabus batang singkong) tidak lagi berperan bagi kehidupan

Perbedaan Sel hewan dan Sel tumbuhan :

Aspek

Sel hewan

Sel tumbuhan

Dinding sel Tidak ada Ada
Plastida Tidak ada Ada
Lisosom Ada Tidak ada
Sentriol Ada Tidak ada
Glioksisom Ada Tidak ada
Jumlah vakuola Sedikit Banyak
Ukuran vakuola Besar Kecil
Mitokondria Banyak Relatif sedikit karena fungsinya dibantu plastida
Ukuran sel Lebih kecil dari sel tumbuhan Lebih besar dari sel hewan
  1. 9.   Jawaban pertanyaan pengembangan

1.)  Jelaskan bagian yang terlihat pada sel setelah pengamatan empulur gabus batang ketela pohon, epidermis bawang merah dan epitel rongga mulut !

Jawab :

  • Pada pengamatan empulur gabus batang ketela pohon sel terlihat seperti rumah lebah, berbentuk segi-6 dan beruang kosong. Hanya dinding sel yang terlihat.
  • Pada pengamatan epidermis bawang merah sel terihat berbentuk persegi panjang yang tidak beraturan, mirip tumpukan batu bata. Tetapi inti sel nya terlihat.
  • Pengamatan sel epitel rongga mulut bentuk sel tidak teratur tetapi inti sel dan sitoplasma dapat dilihat.

 

2.)  Pada saat mengamati sel epitel rongga mulut digunakan metilen blue, mengapa demikian ?

Jawab :

Karena metilen blue berfungsi untuk memperjelas bagian sel.

 

3.)  Bagaimanakah struktur yang dijumpai empulur gabus ketela pohon ? Kenapa demikian ?

Jawab :

Struktur empulur gabus ketela pohon berupa rongga kosong menyerupai bentuk  rumah lebah (segi-6), karena itu sebenarnya adalah sel mati.

 

4.)  Dengan hasil pengamatan tersebut, jelaskan perbedaan sel hidup dan sel mati, sel tumbuhan dan sel hewan !

Jawab:

  • Sel hidup adalah sel yang masih menunjukkan aktivitas kehidupan yang ditunjukkan dengan adanya bagian-bagian protoplas dalam sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan ergastik.
  • Sel mati hanya berupa ruang kosong yang dibatasi oleh dinding sel.
  • Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan.
  • Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan.

5.)  Dengan menggunakan gambar A dan B, tentukan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan !

Jawab :

Aspek

Sel hewan

Sel tumbuhan

Dinding sel Tidak ada Ada
Plastida Tidak ada Ada
Lisosom Ada Tidak ada
Sentriol Ada Tidak ada
Glioksisom Ada Tidak ada
Jumlah vakuola Sedikit Banyak
Ukuran vakuola Besar Kecil
Mitokondria Banyak Relatif sedikit karena fungsinya dibantu plastida
Ukuran sel Lebih kecil dari sel tumbuhan Lebih besar dari sel hewan

Plasmolisis

 

  1. I.                   Tujuan :
    1. Dapat mempelajari dan mengamati secara langsung proses plasmolisis.
    2. Mengetahui dan mempelajari proses mekanisme plasmolisis pada tumbuhan.
    3. Mengetahui hal yang menyebabkan sel tumbuhan Rhoeo discolor mengalami plasmolysis.
    4. Mengetahui dampak/akibat dari plasmolysis yang terjadi pada sel.

 

 

  1. II.               Dasar Teori

 

Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel . sel akan mengerut mengalami dehidrasi dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut  dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini di sebut plasmolisis. (Jane B. Reech.2003.Campblle edisi kelima.Jakarta:Erlangga. )

Plasmolisis merupakan suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui membrannya .

Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.

Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang . Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .

Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .

 

 

 

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

  1. III.            Alat dan Bahan
  2. Epidermis daun Rhoeo discolor
  3. Mikroskop dan kelengkapannya
  4. Larutan gula 1%
  5. Larutan gula 10%
  6. Kertas saring
  7. Air
  8. Cutter
  9. Kertas tissue
    1. IV.             Langkah kerja
      1. Siapkan mikroskop dan kaca objek yang bersih.
      2. Buatlah irisan tipis (setebal selapis sel) epidermis daun Rhoeo discolor bagian bawah (berwarna merah) dan letakkan pada kaca objek dan beri kaca penutup.
      3. Amatilah dengan mikroskop perbesaran lemah dan hitunglah jumlah sel yang berwarna merah yang terlihat pada bidang pengamatan.
      4. Tanpa melepas kaca penutup, gantilah air dengan larutan gula 1% dan amati perubahannya (catat jumlah sel yang berwarna putih)
      5. Gantilah dengan larutan gula 10% dengan cara yang sama dan catat jumlah sel yang berwarna putih.

*) Sel berwarna putih menandakan jumlah sel yang mengalami plasmolysis.

  1. Setelah selesai pengamatan, mikroskop dibersihkan dan dikembalikan ditempat semula.

 

  1. V.                Hasil Pengamatan

 

Tabel Pengamatan

Pengamatan

Sel berada dalam

Air

Gula 1%

Gula 10%

∑ sel yang terplasmolisis (warna putih)

11

55

75

∑ sel yang belum terplasmolisis (warna merah)

73

29

9

% plasmolisis

 x 100%

= 13,1%

 x 100%

= 65,5 %

 x 100%

= 89,3 %

 

  1. VI.             Analisis Data

 

  1. 1.     Pada pengamatan dijumpai sel-sel yang berwarna merah keunguan. Kenapa demikian ?

Dijumpai sel berwarna merah keunguan pada sel-sel  Rhoeo discolor karena kondisi sel saat itu adalah dalam keadaan isotonis. Karena kondisi isotonis, maka kondisi air dan tekanan juga stabil dan mengakibatkan pigmen warna terjaga kondisinya dan berwarna merah keunguan.

 

  1. 2.     Setelah air diganti dengan larutan gula, maka ada beberapa sel yang berwarna putih. Kenapa demikian ?

Karena setelah air diganti dengan larutan yang terkonsentrasi gula 1% kemudian gula 10% maka yang terjadi adalah sel Rhoeo discolor mengalami osmosis dan kemudian mengalami plasmolysis karena kehilangan air juga karena kondisi sel menjadi hipertonis. Sel yang berwarna putih inilah sel yang telah mengalami plasmolisis.

 

  1. 3.     Kemanakah hilangnya warna merah pada sel tersebut ? Jelaskan !

Hilangnya warna merah karena terplasmolisis. Setelah diberi larutan glukosa, maka pigmen warna merah keunguan tersebut menyebar ke dalam sel. Hal ini karena adanya pengerutan membran plasma akibat dari banyaknya air yang keluar dari sel. Dengan keadaan ini, maka dapat dikatakan bahwa sel mengalami plasmolisis jika diletakkan pada larutan gula (hipertonis).

 

  1. 4.     Kenapa terjadi perubahan warna pada sel ?

Perubahan warna terjadi karena pengaruh plasmolisis, karena banyak air yang keluar dari sel, membrane plasma mengkerut dan pigmen warna menyebar kedalam sel, mengakibatkan warna menjadi putih.

 

  1. Buatlah grafik hubungan antara konsentrasi larutan dengan % plasmolysis ! (Dengan ketentuan sumbu x menunjukan larutan yang digunakan dan sumbu y menunjukan % plasmolysis)

 

  1. VII.         Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kesimpulannya adalah :

 

  • Plasmolisis terjadi karena sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik sehingga air akan terus-menerus keluar dari sel dan menyebabkan  sel  mengerut, begitu sel ini mengerut membrane plasmanya tertarik menjauhi dindingnya.
  • Semakin tinggi konsentrasi perendam semakin banyak sel yang terplasmolisis.
  • Yang berperan sebagai larutan hipertonis dalam percobaan disini adalah larutan gula 1% dan larutan gula10%.
  • Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis.
  • Sel tumbuhan Rhoeo discolor yang diletakkan di larutan gula terkonsentrasi (hipertonik) akan menyebabkan sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini akan layu.
  • Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolysis
  • Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
  • Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
    VIII.      Pertanyaan Pengembangan

 

  1. Plasmolisis dijumpai pada sel tumbuhan. Sedangkan pada sel hewan disebut krenasi. Beri penjelasan !

 

Pada tumbuhan disebut plasmolysis karena lepasnya protoplasma dalam sel akibat kondisi hipertonis, sedangkan pada sel hewan disebut krenasi, yaitu peristiwa mengkerutnya sel akibat kondisi hipertonis.

 

 

  1. Bagaimanakah akibatnya jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis ?

 

Akibat jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis akan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan tekanan (hipertonis) larutan dari proses osmosis. Akibat dari kondisi hipertonis inilah sel-sel tanaman dapat mengalami kematian.

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

 

http://sketsaistjourney.wordpress.com/2011/04/03/difusi-osmosis-plasmolisis/

http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/krenasi-plasmolisis.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmolisis

 

Uji Makanan

 

       I.            Tujuan

  1. Untuk mengetahui zat gizi yang terdapat pada bahan makanan.
  2. Untuk menguji ada tidaknya kandungan amilum dengan uji lugol.
  3. Untuk menguji ada tidaknya kandungan glukosa dengan uji benedict.
  4. Untuk menguji ada tidaknya kandungan protein dengan uji biuret.
  5. Untuk menguji ada tidaknya kandungan lemak dengan uji transparasi.

 

   II.            Dasar Teori

Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak,  ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin. Makronutrien yang dibutuhkan manusia:

1. Karbohidrat

Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut

  • Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa
  • Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa
  • Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen

Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
  3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2. Lemak

Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.

Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.

Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial

Adapun fungsi lemak sebagai berikut :

  1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
  2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu
  3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
  4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Protein

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.

Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :

  1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
  2. Jumlah tiap macam asam amino
  3. Susunan asam amino dalam molekul protein

Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.

Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.

Adapun fungsi protein, yaitu :

  1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
  3. Pembuat enzim dan hormone
  4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  5. Pembentuk antibody

 

 

  1. III.            Alat dan Bahan
1. Bahan makanan

2. Air

3. Reagen Lugol

4. Reagen Benedict

5. Reagen Biuret

6. Pipet tetes

7. Tabung reaksi 5 buah dan plat tetes

8. Rak tabung reaksi

9. Penjepit tabung reaksi

10. Lampu spiritus/pembakar bunsenn

11. Gelas kimia

12. Kertas buram

 

 

 IV.            Langkah kerja

 

  1. Uji amilum/uji lugol
  2. Membuat larutan bahan makanan yang akan diuji
  3. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
  4. 1 tetes larutan lugol diteteskan pada larutan bahan makanan pada tabung reaksi atau plat tetes tersebut menggunakan pipet tetes.
  5. Tabung reaksi diguncangkan agar larutan homogen, warna sebelum dan sesudah ditetesi larutan lugol diamati.
  6. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  7. Hasil pengamatan dicatat pada tabel pengamatan mengenai uji lugol.

 

  1. Uji Glukosa/Uji fehling AB/Uji Benedict
    1. Dibuat larutan bahan makanan seperti langkah pada uji A.
    2. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    3. Larutan bahan makanan tersebut diteteskan 5 tetes larutan fehling A dan 5 tetes larutan fehling B kemudian larutan tersebut dihomogenkan dan dicatat warna larutannya.
    4. Kemudian larutan bahan makanan tersebut dipanaskan sampai hamper mendidih, warna larutan setelah dipanaskan diamati.
    5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Glukosa.

 

 

  1. Uji Protein/Uji Biuret
  2. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
    1. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    2. Larutan biuret diteteskan pada larutan bahan makanan dengan menggunakan pipet tetes sampai ada perubahan warna pada larutan bahan makanan. (Pemberian larutan biuret dihentikan apabila terbentuk larutan warna ungu)
    3. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    4. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Biuret.

 

D. Uji Lemak / Uji Transparasi

  1. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
  2. Larutan bahan makanan dioleskan pada kertas buram.
  3. Kertas tersebut dikeringkan atau dilewatkan diatas pembakar spiritus.
  4. Kertas bernoda tersebut di transparasikan kea rah cahaya. Jika transparan berarti ada kandungan lemak pada bahan makanan tersebut.
  5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Lemak.

 

    V.            Hasil Pengamatan

 

Tabel hasil uji makanan.

 

Bahan makanan

Perubahan warna setelah diuji

Uji transparasi

Lugol

Benedict

Biuret

Transparan Tidak transparan
Minyak Oranye Biru muda Biru

ü

Taoge Biru tua Hijau muda Ungu

-

ü

Tempe Kuning Biru tua Ungu

-

ü

Sawi Hijau Hijau tua Hijau

-

ü

Jambu biji Merah muda Oranye Biru

-

ü

Apel Oranye Oranye tua Oranye

-

ü

Nasi Biru tua Biru Ungu

-

ü

Tahu Putih Ungu Ungu

-

ü

Daging ayam Oranye Biru tua Ungu

ü

-
Putih telur Kuning Ungu Ungu

ü

-

 

 

 

Arahan diskusi

 

  1. Bagaimana perubahan warna yang terjadi pada semua bahan makanan yang diuji ? Apakah semua mengandung zat gizi yang lengkap ?

Jawab :

 

  • Ø Minyak:

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru muda artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Taoge

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau muda, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi warna ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tempe

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Sawi

Ditetesi lugol menjadi warna hijau, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi hijau, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Jambu biji

Ditetesi lugol menjadi warna merah muda, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Apel

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye tua, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi oranye, artinya tidak mengandung protein.

  • Ø Nasi

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tahu

Ditetesi lugol menjadi warna putih, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Daging ayam

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Putih telur

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

Jadi, semua bahan makanan tidak mengandung gizi yang lengkap.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol, jika makanan mengandung amilum ?

Jawab : Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung  amilum.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan diuji dengan reagen benedict, jika makanan mengandung glukosa ?

Jawab :  Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.

 

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan biuret, jika mengandung protein ?

Jawab : Bila makanan mengandung protein, setelah ditetesi larutan biuret maka terjadi perubahan warna menjadi warna ungu.

 

  1. Apakah semua bahan makanan yang diuji mengandung lemak ? Jelaskan !

Jawab : Tidak, karena tidak semua bahan makanan terlihat transparan saat uji transparasi, artinya bila tidak transparan maka tidak mengandung lemak.

 

 

 

 VI.            Kesimpulan

  • Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
  • Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
  • Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
  • Bahan makanan dalam percobaan ini yang mengandung protein adalah taoge, tempe, nasi, tahu, daging ayam dan putih telur.
  • Bahan makanan yang mengandung amilum dalam percobaan ini adalah taoge dan apel.
  • Bahan makanan yang mengandung glukosa dalam percobaan ini adalah jambu biji dan apel.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga.

Sudjadi, Bagod & Laial Siti.2007.Biologi Sains dalam Kehidupan2A.Surabaya:Yudhistira.

 

 

Osmosis pada Umbi Kentang

  1. I.         Tujuan
    1. Mengamati osmosis pada umbi kentang.
    2. Mengetahui perbedaan berat setelah osmosis.
    3. Mengetahui perbedaan kondisi setelah mengalami osmosis.
    4. Mengetahui keadaan umbi kentang setelah osmosis.

 

  1. II.       Dasar Teori

Sel hidup selalu melakukan metabolisme. Untuk keberlangsungan metabolisme dibutuhkan zat-zat kimia pendukung yang harus dipindahkan ke dalam sel. Perpindahan zat-zat ini berlangsung dengan cara osmosis dan difusi.

 

Osmosis adalah perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran semi permeable dari larutan berkonsentrasi rendah menuju larutan berkonsentrasi tinggi.

Difusi adalah perpindahan molekul-molekul suatu zat dari larutan berkonsentrasi tinggi yang berkonsentrasi rendah.

 

Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air , yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawah kondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail, 2006).

Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapaikeseimbangan.

Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.Jika dijelaskan sebagai konsep termodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai proses perubahan entrropi. Komponen solvent murni memiliki entropi rendah, sedangkan komponen berkandunagn solut tinggi memiliki entropi yg tinggi juga. Mengikuti Hukum Termo II: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju kondisi entropi maksimum, maka solvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut lebih banyak, sehingga total entropi akhir yang diperoleh akan maksimum.Solvent akan kehilangan entropi, dan solut akan menyerap entropi.

 

 

 

  1. III.      Alat dan Bahan
  2. Umbi kentang
  3. Gelas kimia
  4. Timbangan
  5. Pisau dan penggaris
  6. Kertas tisu
  7. Stopwatch
  8. Air
  9. Larutan NaCl 2%
  10. Larutan NaCl 10%
  11. Larutan NaCl 20%
  12. Pinset
 

 

  1. IV.      Langkah Kerja
    1. Buatlah 4 potongan umbi kentang dengan bentuk tertentu.
    2. Tandailah ke-4 kentang A, B, C dan D.
    3. Timbanglah berat kentang tersebut dengan timbangan dan catatlah dalam tabel.
    4. Secara serempak masukkan kentang ke dalam larutan dengan ketentuan :
  • A ke dalam air
  • B ke dalam larutan NaCl 2%
  • C ke dalam larutan NaCl 10%
  • D ke dalam larutan NaCl 20%
  1. Pada saat kentang masuk ke dalam larutan, hidupkan stopwatch dan catat waktu perendaman (selama 15menit)
  2. Setelah 15 menit, ambilah kentang dari larutanndan gulingkan pada permukaan tissue.
  3. Timbanglah kembali ke-4 kentang dan catat dalam table.
  4. Peganglah untuk mengetahui kekerasan umbi kentang, dan bandingkan !
  5. Analisalah data hasil kegiatan

 

 

 

 

  1. V.       Hasil Pengamatan

 

No

 

Perendaman dalam

Berat

Selisih berat (y-x) g Kondisi kentang (keras/lunak)
Awal(x)g Akhir(y)g
1 Air

8,7

8,7

0

Keras
2 NaCl 2%

7,7

7,5

-0,2

Agak lunak
3 NaCl 10%

8,2

7,6

-0,6

Lunak
4 NaCl 20%

8,6

7,9

-0,7

Lebih lunak

 

 

  1. VI.      Analisis data

 

  1. Bagaimanakah selisih berat kentang pada ke-4 perlakuan di atas ?

Berat kentang B, C dan D berkurang semua. Selisih berat ke-3 kentang hanya sedikit dari berat awal, yaitu selisih kurang dari 1gram berat awal.

 

  1. Manakah kentang yang memiliki selisih berat (-) ! Jelaskan !

Kentang yang memiliki selisih berat (-) yaitu kentang B, C dan D.

Karena berat kentang dipengaruhi oleh konsentrasi larutan dan proses osmosisnya. Semakin tinggi konsentrasinya, selisih berat juga semakin tinggi.

 

  1. Adakah kentang yang bertambah berat setelah perlakuan ? Jelaskan!

Tidak ada, karena  terjadi perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan. Hal tersebut menyebabkan berat kentang tetap atau berkurang yang tergantung pada konsentrasi larutannya. Untuk kentang yang direndam dalam air, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah atau tetap, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

 

  1. Jelaskan kondisi masing-masing kentang pada ke-4 perlakuan ! Kenapa demikian ?

Kondisi kentang A paling keras, kentang B agak lunak, kentang C lunak, dan kentang D lebih lunak karena Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

 

  1. VII.    Pertanyaan Pengembangan
    1. Jelaskan perbedaan antara lingkungan bersifat hipertonis, hipotonis dan isotonis !

Hipertonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih tinggi dari lingkungan.

Hipotonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih rendah dari lingkungan.

Isotonis jika konsentrasi dalam sel sama dengan konsentrasi lingkungan.

 

  1. Pemerintah mengembangkan program pemupukan berimbang. Apa maksud program tersebut ?

Maksud program tersebut untuk kesuburan tanaman tentang kadar dan serapan hara oleh setiap jenis tanaman, sifat tanah dan lingkungan yang mempengaruhi cadangan dan efisiensi penyerapan(osmosis) hara.

 

  1. Kenapa tanaman yang dipupuk berlebihan akan mengalami kematian ? Jelaskan dengan mengkaitkan prinsip osmosis !

Pemupukan berlebihan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Akibat dari keracunan tanaman sebagian besar tanaman akan menunjukkan klorosis, nekrosis, hingga kekeringan. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan(hipertonis) larutan dari proses osmosis.

 

  1. VIII.  Kesimpulan

 

  1. Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit .

 

  1. Sel bersifat Hipertonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih tinggi dari lingkungan.

Sel bersifat Hipotonis jika konsentrasi larutan di dalam sel lebih rendah dari lingkungan.

Sel bersifat Isotonis jika konsentrasi dalam sel sama dengan konsentrasi lingkungan.

 

  1. Dari data yang didapat, dapat saya simpulkan bahwa kentang yang mengalami penambahan berat terjadi karena NaCl bersifat hipotonis terhadap kentang. Sedangkan jika terjadi pengurangan berat karena larutan NaCl bersifat hipertonis terhadap kentang.
  2. Keras lunaknya kentang bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

 

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

Anonim. 2009. Air Dalam Tumbuhan.http:// id.kli mato logi.w ordpres s .com/ tag/a ir-

 

http://elfisuir.blogspot.com/2010/02/hubungan-air-dengan-tumbuhan.html

 

Morie, indigo .  2010. Tekanan Osmotik (http://belajarkimia.com/tekanan-osmotik/  20 Februari 2011)

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.