Uji Makanan

 

       I.            Tujuan

  1. Untuk mengetahui zat gizi yang terdapat pada bahan makanan.
  2. Untuk menguji ada tidaknya kandungan amilum dengan uji lugol.
  3. Untuk menguji ada tidaknya kandungan glukosa dengan uji benedict.
  4. Untuk menguji ada tidaknya kandungan protein dengan uji biuret.
  5. Untuk menguji ada tidaknya kandungan lemak dengan uji transparasi.

 

   II.            Dasar Teori

Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak,  ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin. Makronutrien yang dibutuhkan manusia:

1. Karbohidrat

Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut

  • Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa
  • Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa
  • Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen

Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
  3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2. Lemak

Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.

Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.

Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial

Adapun fungsi lemak sebagai berikut :

  1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
  2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu
  3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
  4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Protein

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.

Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :

  1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
  2. Jumlah tiap macam asam amino
  3. Susunan asam amino dalam molekul protein

Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.

Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.

Adapun fungsi protein, yaitu :

  1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
  3. Pembuat enzim dan hormone
  4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  5. Pembentuk antibody

 

 

  1. III.            Alat dan Bahan
1. Bahan makanan

2. Air

3. Reagen Lugol

4. Reagen Benedict

5. Reagen Biuret

6. Pipet tetes

7. Tabung reaksi 5 buah dan plat tetes

8. Rak tabung reaksi

9. Penjepit tabung reaksi

10. Lampu spiritus/pembakar bunsenn

11. Gelas kimia

12. Kertas buram

 

 

 IV.            Langkah kerja

 

  1. Uji amilum/uji lugol
  2. Membuat larutan bahan makanan yang akan diuji
  3. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
  4. 1 tetes larutan lugol diteteskan pada larutan bahan makanan pada tabung reaksi atau plat tetes tersebut menggunakan pipet tetes.
  5. Tabung reaksi diguncangkan agar larutan homogen, warna sebelum dan sesudah ditetesi larutan lugol diamati.
  6. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  7. Hasil pengamatan dicatat pada tabel pengamatan mengenai uji lugol.

 

  1. Uji Glukosa/Uji fehling AB/Uji Benedict
    1. Dibuat larutan bahan makanan seperti langkah pada uji A.
    2. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    3. Larutan bahan makanan tersebut diteteskan 5 tetes larutan fehling A dan 5 tetes larutan fehling B kemudian larutan tersebut dihomogenkan dan dicatat warna larutannya.
    4. Kemudian larutan bahan makanan tersebut dipanaskan sampai hamper mendidih, warna larutan setelah dipanaskan diamati.
    5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Glukosa.

 

 

  1. Uji Protein/Uji Biuret
  2. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
    1. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    2. Larutan biuret diteteskan pada larutan bahan makanan dengan menggunakan pipet tetes sampai ada perubahan warna pada larutan bahan makanan. (Pemberian larutan biuret dihentikan apabila terbentuk larutan warna ungu)
    3. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    4. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Biuret.

 

D. Uji Lemak / Uji Transparasi

  1. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
  2. Larutan bahan makanan dioleskan pada kertas buram.
  3. Kertas tersebut dikeringkan atau dilewatkan diatas pembakar spiritus.
  4. Kertas bernoda tersebut di transparasikan kea rah cahaya. Jika transparan berarti ada kandungan lemak pada bahan makanan tersebut.
  5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Lemak.

 

    V.            Hasil Pengamatan

 

Tabel hasil uji makanan.

 

Bahan makanan

Perubahan warna setelah diuji

Uji transparasi

Lugol

Benedict

Biuret

Transparan Tidak transparan
Minyak Oranye Biru muda Biru

ü

Taoge Biru tua Hijau muda Ungu

-

ü

Tempe Kuning Biru tua Ungu

-

ü

Sawi Hijau Hijau tua Hijau

-

ü

Jambu biji Merah muda Oranye Biru

-

ü

Apel Oranye Oranye tua Oranye

-

ü

Nasi Biru tua Biru Ungu

-

ü

Tahu Putih Ungu Ungu

-

ü

Daging ayam Oranye Biru tua Ungu

ü

-
Putih telur Kuning Ungu Ungu

ü

-

 

 

 

Arahan diskusi

 

  1. Bagaimana perubahan warna yang terjadi pada semua bahan makanan yang diuji ? Apakah semua mengandung zat gizi yang lengkap ?

Jawab :

 

  • Ø Minyak:

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru muda artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Taoge

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau muda, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi warna ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tempe

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Sawi

Ditetesi lugol menjadi warna hijau, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi hijau, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Jambu biji

Ditetesi lugol menjadi warna merah muda, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Apel

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye tua, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi oranye, artinya tidak mengandung protein.

  • Ø Nasi

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tahu

Ditetesi lugol menjadi warna putih, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Daging ayam

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Putih telur

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

Jadi, semua bahan makanan tidak mengandung gizi yang lengkap.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol, jika makanan mengandung amilum ?

Jawab : Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung  amilum.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan diuji dengan reagen benedict, jika makanan mengandung glukosa ?

Jawab :  Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.

 

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan biuret, jika mengandung protein ?

Jawab : Bila makanan mengandung protein, setelah ditetesi larutan biuret maka terjadi perubahan warna menjadi warna ungu.

 

  1. Apakah semua bahan makanan yang diuji mengandung lemak ? Jelaskan !

Jawab : Tidak, karena tidak semua bahan makanan terlihat transparan saat uji transparasi, artinya bila tidak transparan maka tidak mengandung lemak.

 

 

 

 VI.            Kesimpulan

  • Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
  • Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
  • Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
  • Bahan makanan dalam percobaan ini yang mengandung protein adalah taoge, tempe, nasi, tahu, daging ayam dan putih telur.
  • Bahan makanan yang mengandung amilum dalam percobaan ini adalah taoge dan apel.
  • Bahan makanan yang mengandung glukosa dalam percobaan ini adalah jambu biji dan apel.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga.

Sudjadi, Bagod & Laial Siti.2007.Biologi Sains dalam Kehidupan2A.Surabaya:Yudhistira.