Archive for Februari, 2012


Plasmolisis

 

  1. I.                   Tujuan :
    1. Dapat mempelajari dan mengamati secara langsung proses plasmolisis.
    2. Mengetahui dan mempelajari proses mekanisme plasmolisis pada tumbuhan.
    3. Mengetahui hal yang menyebabkan sel tumbuhan Rhoeo discolor mengalami plasmolysis.
    4. Mengetahui dampak/akibat dari plasmolysis yang terjadi pada sel.

 

 

  1. II.               Dasar Teori

 

Jika sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, air akan terus-menerus keluar dari sel . sel akan mengerut mengalami dehidrasi dan bahkan dapat mati. Pada sel tumbuhan hal ini menyebabkan sitoplasma mengerut  dan terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini di sebut plasmolisis. (Jane B. Reech.2003.Campblle edisi kelima.Jakarta:Erlangga. )

Plasmolisis merupakan suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat, artinya suatu zat /materi bisa keluar dari sel, dan bisa masuk melalui membrannya .

Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga materi dari luar itu bisa masuk.

Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang . Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .

Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .

 

 

 

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

 

Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi. Cairan di dalam sel hewan keluar karena peristiwa difusi.

Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi ekstrem, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

  1. III.            Alat dan Bahan
  2. Epidermis daun Rhoeo discolor
  3. Mikroskop dan kelengkapannya
  4. Larutan gula 1%
  5. Larutan gula 10%
  6. Kertas saring
  7. Air
  8. Cutter
  9. Kertas tissue
    1. IV.             Langkah kerja
      1. Siapkan mikroskop dan kaca objek yang bersih.
      2. Buatlah irisan tipis (setebal selapis sel) epidermis daun Rhoeo discolor bagian bawah (berwarna merah) dan letakkan pada kaca objek dan beri kaca penutup.
      3. Amatilah dengan mikroskop perbesaran lemah dan hitunglah jumlah sel yang berwarna merah yang terlihat pada bidang pengamatan.
      4. Tanpa melepas kaca penutup, gantilah air dengan larutan gula 1% dan amati perubahannya (catat jumlah sel yang berwarna putih)
      5. Gantilah dengan larutan gula 10% dengan cara yang sama dan catat jumlah sel yang berwarna putih.

*) Sel berwarna putih menandakan jumlah sel yang mengalami plasmolysis.

  1. Setelah selesai pengamatan, mikroskop dibersihkan dan dikembalikan ditempat semula.

 

  1. V.                Hasil Pengamatan

 

Tabel Pengamatan

Pengamatan

Sel berada dalam

Air

Gula 1%

Gula 10%

∑ sel yang terplasmolisis (warna putih)

11

55

75

∑ sel yang belum terplasmolisis (warna merah)

73

29

9

% plasmolisis

 x 100%

= 13,1%

 x 100%

= 65,5 %

 x 100%

= 89,3 %

 

  1. VI.             Analisis Data

 

  1. 1.     Pada pengamatan dijumpai sel-sel yang berwarna merah keunguan. Kenapa demikian ?

Dijumpai sel berwarna merah keunguan pada sel-sel  Rhoeo discolor karena kondisi sel saat itu adalah dalam keadaan isotonis. Karena kondisi isotonis, maka kondisi air dan tekanan juga stabil dan mengakibatkan pigmen warna terjaga kondisinya dan berwarna merah keunguan.

 

  1. 2.     Setelah air diganti dengan larutan gula, maka ada beberapa sel yang berwarna putih. Kenapa demikian ?

Karena setelah air diganti dengan larutan yang terkonsentrasi gula 1% kemudian gula 10% maka yang terjadi adalah sel Rhoeo discolor mengalami osmosis dan kemudian mengalami plasmolysis karena kehilangan air juga karena kondisi sel menjadi hipertonis. Sel yang berwarna putih inilah sel yang telah mengalami plasmolisis.

 

  1. 3.     Kemanakah hilangnya warna merah pada sel tersebut ? Jelaskan !

Hilangnya warna merah karena terplasmolisis. Setelah diberi larutan glukosa, maka pigmen warna merah keunguan tersebut menyebar ke dalam sel. Hal ini karena adanya pengerutan membran plasma akibat dari banyaknya air yang keluar dari sel. Dengan keadaan ini, maka dapat dikatakan bahwa sel mengalami plasmolisis jika diletakkan pada larutan gula (hipertonis).

 

  1. 4.     Kenapa terjadi perubahan warna pada sel ?

Perubahan warna terjadi karena pengaruh plasmolisis, karena banyak air yang keluar dari sel, membrane plasma mengkerut dan pigmen warna menyebar kedalam sel, mengakibatkan warna menjadi putih.

 

  1. Buatlah grafik hubungan antara konsentrasi larutan dengan % plasmolysis ! (Dengan ketentuan sumbu x menunjukan larutan yang digunakan dan sumbu y menunjukan % plasmolysis)

 

  1. VII.         Kesimpulan

Dari kegiatan ini, kesimpulannya adalah :

 

  • Plasmolisis terjadi karena sel dimasukkan ke dalam larutan hipertonik sehingga air akan terus-menerus keluar dari sel dan menyebabkan  sel  mengerut, begitu sel ini mengerut membrane plasmanya tertarik menjauhi dindingnya.
  • Semakin tinggi konsentrasi perendam semakin banyak sel yang terplasmolisis.
  • Yang berperan sebagai larutan hipertonis dalam percobaan disini adalah larutan gula 1% dan larutan gula10%.
  • Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis.
  • Sel tumbuhan Rhoeo discolor yang diletakkan di larutan gula terkonsentrasi (hipertonik) akan menyebabkan sel tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini akan layu.
  • Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolysis
  • Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding sel dan membran.
  • Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
    VIII.      Pertanyaan Pengembangan

 

  1. Plasmolisis dijumpai pada sel tumbuhan. Sedangkan pada sel hewan disebut krenasi. Beri penjelasan !

 

Pada tumbuhan disebut plasmolysis karena lepasnya protoplasma dalam sel akibat kondisi hipertonis, sedangkan pada sel hewan disebut krenasi, yaitu peristiwa mengkerutnya sel akibat kondisi hipertonis.

 

 

  1. Bagaimanakah akibatnya jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis ?

 

Akibat jika pemupukan pada tumbuhan berlebihan tidak sesuai dosis akan menyebabkan keracunan pada tanaman yang dicirikan dengan ciri – ciri tertentu sesuai dengan keracunan unsur atau senyawa tertentu. Pada kasus ini tanaman mengalami ketidakseimbangan tekanan (hipertonis) larutan dari proses osmosis. Akibat dari kondisi hipertonis inilah sel-sel tanaman dapat mengalami kematian.

Daftar Pustaka

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga

 

http://sketsaistjourney.wordpress.com/2011/04/03/difusi-osmosis-plasmolisis/

http://biologigonz.blogspot.com/2010/02/krenasi-plasmolisis.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Plasmolisis

 

 

Definition of Recount

 

Recount is a text which retells events or experiences in the past. Its purpose is either to inform or to entertain the audience. There is no complication among the participants and that differentiates from narrative

 

Generic Structure of Recount

 

1. Orientation: Introducing the participants, place and time

 

2. Events: Describing series of event that happened in the past

 

3. Reorientation: It is optional. Stating personal comment of the writer to the story

 

Language Feature of Recount

 

• Introducing personal participant; I, my group, etc

 

• Using chronological connection; then, first, etc

 

• Using linking verb; was, were, saw, heard, etc

 

• Using action verb; look, go, change, etc

 

• Using simple past tense

Daann ini dia Coretan recount text ku :)

When I was passed national examination in Junior high school, I dreamed if I could study in 7 yogyakarta Senior High School. But, I couldn’t study there. I was really disappointed. I cried all the day because of it. Then I walked all of  it. Days by days eventually I was happy study in 10 yogyakarta Senior High School, because I had best friends, met many wonderful people, and met someone special for me, Arditya Nur Rahman. :D From this event, I learned : If you do something, do it sincerely and it will be make happiness for you.

Uji Makanan

 

       I.            Tujuan

  1. Untuk mengetahui zat gizi yang terdapat pada bahan makanan.
  2. Untuk menguji ada tidaknya kandungan amilum dengan uji lugol.
  3. Untuk menguji ada tidaknya kandungan glukosa dengan uji benedict.
  4. Untuk menguji ada tidaknya kandungan protein dengan uji biuret.
  5. Untuk menguji ada tidaknya kandungan lemak dengan uji transparasi.

 

   II.            Dasar Teori

Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak,  ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin. Makronutrien yang dibutuhkan manusia:

1. Karbohidrat

Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut

  • Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa
  • Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa
  • Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen

Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
  3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2. Lemak

Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.

Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.

Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial

Adapun fungsi lemak sebagai berikut :

  1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
  2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu
  3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
  4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Protein

Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.

Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :

  1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
  2. Jumlah tiap macam asam amino
  3. Susunan asam amino dalam molekul protein

Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.

Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.

Adapun fungsi protein, yaitu :

  1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
  2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
  3. Pembuat enzim dan hormone
  4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
  5. Pembentuk antibody

 

 

  1. III.            Alat dan Bahan
1. Bahan makanan

2. Air

3. Reagen Lugol

4. Reagen Benedict

5. Reagen Biuret

6. Pipet tetes

7. Tabung reaksi 5 buah dan plat tetes

8. Rak tabung reaksi

9. Penjepit tabung reaksi

10. Lampu spiritus/pembakar bunsenn

11. Gelas kimia

12. Kertas buram

 

 

 IV.            Langkah kerja

 

  1. Uji amilum/uji lugol
  2. Membuat larutan bahan makanan yang akan diuji
  3. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
  4. 1 tetes larutan lugol diteteskan pada larutan bahan makanan pada tabung reaksi atau plat tetes tersebut menggunakan pipet tetes.
  5. Tabung reaksi diguncangkan agar larutan homogen, warna sebelum dan sesudah ditetesi larutan lugol diamati.
  6. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  7. Hasil pengamatan dicatat pada tabel pengamatan mengenai uji lugol.

 

  1. Uji Glukosa/Uji fehling AB/Uji Benedict
    1. Dibuat larutan bahan makanan seperti langkah pada uji A.
    2. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    3. Larutan bahan makanan tersebut diteteskan 5 tetes larutan fehling A dan 5 tetes larutan fehling B kemudian larutan tersebut dihomogenkan dan dicatat warna larutannya.
    4. Kemudian larutan bahan makanan tersebut dipanaskan sampai hamper mendidih, warna larutan setelah dipanaskan diamati.
    5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Glukosa.

 

 

  1. Uji Protein/Uji Biuret
  2. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
    1. Larutan bahan makanan dimasukkan ke dalam tabung reaksi setinggi 1cm atau diteteskan pada lubang plat tetes.
    2. Larutan biuret diteteskan pada larutan bahan makanan dengan menggunakan pipet tetes sampai ada perubahan warna pada larutan bahan makanan. (Pemberian larutan biuret dihentikan apabila terbentuk larutan warna ungu)
    3. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
    4. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Biuret.

 

D. Uji Lemak / Uji Transparasi

  1. Dibuat larutan bahan makanan yang akan diuji.
  2. Larutan bahan makanan dioleskan pada kertas buram.
  3. Kertas tersebut dikeringkan atau dilewatkan diatas pembakar spiritus.
  4. Kertas bernoda tersebut di transparasikan kea rah cahaya. Jika transparan berarti ada kandungan lemak pada bahan makanan tersebut.
  5. Langkah yang sama dilakukan terhadap semua bahan makanan yang tersedia.
  6. Hasil pengamatan dicatatat pada tabel pengamatan mengenai uji Lemak.

 

    V.            Hasil Pengamatan

 

Tabel hasil uji makanan.

 

Bahan makanan

Perubahan warna setelah diuji

Uji transparasi

Lugol

Benedict

Biuret

Transparan Tidak transparan
Minyak Oranye Biru muda Biru

ü

Taoge Biru tua Hijau muda Ungu

-

ü

Tempe Kuning Biru tua Ungu

-

ü

Sawi Hijau Hijau tua Hijau

-

ü

Jambu biji Merah muda Oranye Biru

-

ü

Apel Oranye Oranye tua Oranye

-

ü

Nasi Biru tua Biru Ungu

-

ü

Tahu Putih Ungu Ungu

-

ü

Daging ayam Oranye Biru tua Ungu

ü

-
Putih telur Kuning Ungu Ungu

ü

-

 

 

 

Arahan diskusi

 

  1. Bagaimana perubahan warna yang terjadi pada semua bahan makanan yang diuji ? Apakah semua mengandung zat gizi yang lengkap ?

Jawab :

 

  • Ø Minyak:

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru muda artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Taoge

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau muda, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi warna ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tempe

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Sawi

Ditetesi lugol menjadi warna hijau, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi hijau tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi hijau, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Jambu biji

Ditetesi lugol menjadi warna merah muda, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi biru, artinya tidak mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Apel

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi oranye tua, artinya mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi oranye, artinya tidak mengandung protein.

  • Ø Nasi

Ditetesi lugol menjadi warna biru tua, artinya mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Tahu

Ditetesi lugol menjadi warna putih, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Tidak transparan ketika uji transparasi, jadi tidak mengandung lemak.

 

  • Ø Daging ayam

Ditetesi lugol menjadi warna oranye, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi biru tua, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

  • Ø Putih telur

Ditetesi lugol menjadi warna kuning, artinya tidak mengandung amilum.

Ditetesi benedict menjadi ungu, artinya tidak mengandung glukosa.

Ditetesi biuret menjadi ungu, artinya mengandung protein.

Transparan ketika uji transparasi, artinya mengandung lemak.

 

Jadi, semua bahan makanan tidak mengandung gizi yang lengkap.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol, jika makanan mengandung amilum ?

Jawab : Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung  amilum.

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan diuji dengan reagen benedict, jika makanan mengandung glukosa ?

Jawab :  Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.

 

 

  1. Apa yang terjadi saat bahan makanan ditetesi dengan larutan biuret, jika mengandung protein ?

Jawab : Bila makanan mengandung protein, setelah ditetesi larutan biuret maka terjadi perubahan warna menjadi warna ungu.

 

  1. Apakah semua bahan makanan yang diuji mengandung lemak ? Jelaskan !

Jawab : Tidak, karena tidak semua bahan makanan terlihat transparan saat uji transparasi, artinya bila tidak transparan maka tidak mengandung lemak.

 

 

 

 VI.            Kesimpulan

  • Bahan makanan yang mengandung protein jika ditetesi dengan larutan biuret akan berubah wana menjadi ungu.
  • Jika bahan makanan ditetesi dengan larutan lugol akan berubah warna menjadi biru tua hingga kehitam-hitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum.
  • Jika bahan makanan ditetesi larutan benedict kemudian dipanaskan akan berubah warna menjadi orange/jingga maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
  • Bahan makanan dalam percobaan ini yang mengandung protein adalah taoge, tempe, nasi, tahu, daging ayam dan putih telur.
  • Bahan makanan yang mengandung amilum dalam percobaan ini adalah taoge dan apel.
  • Bahan makanan yang mengandung glukosa dalam percobaan ini adalah jambu biji dan apel.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

DA Pratiwi dkk, Biologi untuk SMA kelas XI, 2007, Jakarta, Penerbit Erlangga.

Sudjadi, Bagod & Laial Siti.2007.Biologi Sains dalam Kehidupan2A.Surabaya:Yudhistira.

 

 

Sabtu, 28 Januari 2012

Ikut supoerteran dukung sekolahku lagi J sma 10 yogyakarta VS  sma 4 yogyakarta :D

Superteran itu asyik, nyanyi bareng, lompat-lompat, tepuk-tepuk tangan, bisa teriak sepuas-puasnya dan  bisa buat refreshing menghilangkan stress

Pertamakali ikut suporteran  dulu … masih ingat juga aku J sama temenku, pas masih jadi adek kelas, sempat bingung juga soalnya nggak hafal liriknya >.< wkwk

Ya akhirnya cuma ngikutin sebisanya nggak jelas gitu lah..  tapi pas pertamakali suporteran itu juga langsung ngerasain sensasi yang dasyat berbeda, wkwk… bener2 deh ngerasain seneng, bebas dan berjayanya masa remaja ,, hehe.. ketagihan deh, jadi suka juga ikut suporteran >.<

TAPI …

Yang bener-bener bikin nggak nyaman kalo ikut suporteran adalahh … Tawuran :|

Ya……. nggak jarang dihantui perasaan cemas berdebar2, aku paling nggak suka situasi kayak tawuran, :@

 Pas ikut suporteran buat yang pertamakali juga waktu dijalan pas mau ke gor UNY waktu melewati krisdosono, tau-tau  udah hujan batu ! Wuihh sumpah ngeri bgt pas itu, untungnya aku sama pacarku :D wakaka

Di fikaranku banyaaakk banget muncul pertanyaan2 yang aku pengen tau jawabannya…  Tapi sama siapa aku harus bertanya ??? hahaha..

Siapa sih yang menciptakan drama  nggak mutu kayak gini? Kenapaaa juga antar sekolah punya geng dan ada yang musuhan lah, sahabatan lah …

Anehh banget difikaranku….

Kenapa juga tawuran, itu hal paling bodoh menurutku… :o

Dan pertanyaan-pertanyaan lain..

Kira-kira siapa yang bisa menjelaskan sama aku kenapa bisaa sampe kyk gtu..

 

Nggak ngerti lah win, udah  itu bukan urusan ku  >.<

Yang penting jalani masa sekolah dengan bener aja…

Yupp, seberapa eksis kah loe ?

Masa sekolah remaja adalah masa paling indah, setuju kaan ?

Apalagi pas disekolah, banyaaaaaakk kisah mengesankan yang mungkin takkan terlupa .. haha,

Bisa mengenal sifat teman-teman, mengamati stiap kejadian saat di sekolah, lomba untuk jadi yang terbaik, susah-sedih-seneng nya pas dapet nilai ulangan dsb …

Juga yang nge buat cerita masa sekolah makin terasa adalah .. Adanya geng eksis (⌣́_⌣̀) entah kamu ikut geng itu apa nggak pastii tetep ada yang risih dengan keberadaan geng itu, tapi hal semacam ini tetep ada disetiap lingkungan dan memang udah terbentuk dengan sendirinya entah karena persamaan hobi, kemampuan, materi, dll..

Nahhh, yg mau kubahas dalam tulisan ku ini adalah tentang hal tersebut ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

Ku rasa pasti distiap sekolah ada sekumpulan geng kelas atau se angkatan yang anggotanya cewek-cewek yang tampangnya lumayan oke sampai cantik, yang punya kemampuan ekonomi diatas rata-rata, juga berpenampilan top dan pada pinter ngegosipp.. memang orang-orang yg ikut begituan pasti orang-orang populer, sebenarnya geng kyk gtu sah-sah ajja ….

TAPI kalo mreka terus berkelakuan seenaknya dan  merendahkan yang lain.. Huhhh ituu tuuh yang bikin jd sebel sama geng eksis kayak gitu ┌П┐(►˛◄’!)

Mreka seolah jadi sok penguasa, nggak menghargai teman lain gitu, rasanya pengen gue acak2 tuh rambutnya biar sampe nangis :p haha

Tujuan gueh nulis ini nih buat nyindir ajja >.< Dadi bocah Mbok biasa wae ! wkwk

Blm jadi orang sukses ajja tingkah nya selangit :p

So, akhir kata.. saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang berkenan dihati  (˘⌣˘)ε˘`) STOP VIOLENCE And BE A PIECEMAKER !

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.